"Adalah tidak mungkin, adalah sangat fitnah apabila Jokowi ingin menghapuskan sertifikasi guru. Sangat tidak mungkin, ini UU tidak mungkin seorang presiden mengubah UU, kita malah ingin meningkatkan tunjangan guru," ujar JK disambut tepuk tangan saat berbicara dalam silaturahim Pergunu di Ponpes Amanatul Ummah, Pacet, Mojokerto, Senin (16/6/2014) malam.
JK menegaskan, dirinya bersama Jokowi tidak akan mengurangi hak-hak guru seperti tunjangan. "Malah ingin menaikkan," sambung JK kembali disambut tepuk tangan.
JK lantas menangkis kampanye hitam lainnya berkaitan dengan isu suku, agama dan ras (SARA) seperti isu yang menyebut Jokowi keturunan Cina dan beragama Kristen. Serangan ini, kata JK, diciptakan karena dirinya dan Jokowi pasangan capres/cawapres nomor urut 2 tidak memiliki 'dosa' sosial.
"Alhamdulilah Jokowi dan saya tidak pernah ada dosa publik, nggak pernah pukul rakyat, nggak pernah melanggar HAM. Karena nggak ada bukti (dosa sosial) maka beredar fitnah," sebutnya.
Fitnah, menurut Wapres periode 2004-2009 ini, membahayakan kehidupan bermasyarakat apalagi bila menyinggung isu SARA. Karena itu, tim Jokowi-JK melaporkan pimpinan redaksi Tabloid Obor Rakyat yang menyebarkan tabloid dengan isi tulisan kampanye hitam kepada masyarakat.
"Siapa yang memulai masalah SARA di Indonesia, itu bisa membahayakan kita semua," tegas JK.
(fdn/nvc)











































