"Dia sempat ketiduran, setelah dekat (ke lokasi kejadian โ halte Monas), dia terbangun, tapi enggak sempat ngerem lagi, enggak ada bekas remnya," kata Joni Hendri, direktur busway kodidor I dan VIII, Perum Damri, ketika dihubungi detikcom, Senin (16/6/2014).
Joni menuturkan, tabrakan itu dimulai ketika bus milik Damri yang dibawa Yadi meluncur di jalur khusus bus dari Blok M menuju ke Kota di jalan Medan Merdeka Barat. Karena diserang kantuk, di situlah Yadi mulai tertidur sehingga tidak memperhatikan bus kopaja yang sedang antre menurunkan penumpang di Halte Monas.
"Analisis dari cctvnya, kita lihat dia sudah mulai oleng jalannya (bus), sejak dari patung kuda, jadi sudah ada tanda-tanda dia mengantuk," kata Joni. Operator bus Damri berujar akan memberhentikan supir tersebut.
Seperti diketahui, karena sopir yang tak sempat mengurangi kecepatan, bus TransJ itu menabrak satu unit Kopaja B 7700 VR yang kemudian beruntun menabrak Kopaja lain bernopol B 7611 DG, serta bus gandeng TransJ B 7501 TGA yang sedang berhenti menurunkan penumpang.
Akibatnya, sebanyak 8 orang menderita korban luka ringan dan sempat dilarikan ke rumah sakit. โSekarang semua sudah pulang, tinggal 1 yang dirawat di RS Husada karena ada luka di bagian wajah. Semua biaya pengobatan ditanggung Damri,โ pungkas Joni
(ros/ndr)










































