"Masa kita mendukung hanya mencari keudukan, kalau begitu ya kita dari dulu saja mendukungnya," kata Wakil Ketua Umum PD Max Sopacua saat dihubungi, Senin (16/6/2014).
Max yang hadir saat deklarasi dukungan ke Prabowo beberapa saat lalu ini menerangkan bahwa PD menyatakan dukungan paling belakangan, sesudah Prabowo-Hatta Rajasa mendaftarkan partai anggota koalisinya ke KPU. Dia juga mengatakan Ketum PD SBY tegas melarang para kadernya mengemis jabatan.
"Tidak benar (minta jabatan). Pak SBY sudah menyampaikan, sejak awal dengan 33 DPD dan pengurus harian, tidak diperbolehkan PD mengemis jabatan," tegasnya.
Max mengakui, koalisi tanpa syarat adalah hal yang mustahil. Demokrat pun punya syarat dalam memberikan dukungan ke Prabowo-Hatta. Namun syarat itu bukan jabatan.
"Omong kosong koalisi tanpa syarat, karena kekuasaan adalah turunan dari politik. Kita punya syarat satu, Prabowo melanjutkan program SBY," ujar Max.
Sebelumnya, Ruhut Sitompul menyatakan para anggota fraksi PD di DPR pendukung Prabowo mayoritas merupakan para caleg incumbent yang tak lolos. Namun Max membantah penilaian Ruhut.
"Yang tadi 115 anggota sebagian besar adalah yang terpilih. Kalau asumsi Pak Ruhut itu secara pribadi, berarti Pak Ruhut pilih (capres) yang lain," tanggap Max.
Meski telah menyatakan resmi mendukung Prabowo, Max mengatakan kader Demokrat tetap bebas bersikap terhadap Pilpres 2014. "Kita sudah berkeputusan mendukung Prabowo. Kalau ada individu mau netral tidak dilarang. Kalau Pak Ruhut atau Pak Hayono (Isman) netral, itu tidak ada yang melarang," tutur Ruhut.
(dnu/trq)











































