Muhammadiyah Isyaratkan Kembali Tak Hadiri Sidang Isbat Pemerintah

Muhammadiyah Isyaratkan Kembali Tak Hadiri Sidang Isbat Pemerintah

- detikNews
Senin, 16 Jun 2014 16:18 WIB
Jakarta - Muhammadiyah memiliki cara pandang berbeda dengan pemerintah dalam menentukan awal bulan qamariyah. Jika pemerintah menggunakan metode rukyah, Muhammadiyah memilih menggunakan metode hisab. Sehingga wajar jika kerap terjadi perbedaan dalam penetapan awal puasa dan perayaan Hari Raya Idul Fitri.

Muhammadiyah juga kerap tak hadir dalam sidang isbat yang dilakukan pemerintah. Tahun ini, ormas Islam besutan KH Ahmad Dahlan itu juga mengisyaratkan untuk kembali tak hadir jika metode sidang masih sama seperti tahun-tahun sebelumnya.

"Kalau polanya masih sama, sidang terbuka dan disiarkan secara langsung, kemungkinan besar Muhammadiyah tidak datang," kata Ketua Muhammadiyah bidang Tarjih dan Tajdid, Yunahar Ilyas di PP Muhammadiyah, Jl Menteng Raya, Jakarta Pusat, Senin (16/5/2014).

Yunahar mengatakan, sidang isbat tersebut diikuti oleh hampir semua ormas Islam, baik ormas besar maupun ormas kecil. Mayoritas ormas memilih menggunakan metode rukyah sesuai pilihan pemerintah.

"Ormas besar kecil, semuanya berkumpul tak ada perbedaan. Lalu Muhammadiyah seperti dihakimi, diadili, Muhammadiyah tidak mau," katanya.

Sementara jika sidang dilakukan secara tertutup, Muhammadiyah tak menutup peluang untuk hadir. Menurut Yunahar, sidang secara tertutup akan terlihat lebih terhormat.

"Nanti hasilnya saja yang dipublikasikan. Kalau seperti itu, bisa saja Muhammadiyah hadir," ujar Yunahar.

Muhammadiyah juga menyarankan kepada pemerintah agar menggelar diskusi terlebih dahulu. Diharapkan diskusi tidak dilakukan bersamaan dengan sidang isbat agar pembahasan lebih mendalam.

"Usulan Muhammadiyah, Menag mengundang semua ormas Islam sebelum sidang isbat untuk diskusi menyamakan visi masalah idelogi dalam penetapannya," tutup Yunahar.

(kff/ndr)


Berita Terkait