"Ya seperti Belanda lawan Spanyol, 5-1. Debat tadi malam itu memang memperlihatkan kelas yang jauh berbeda. Secara kewibawaan dan kematangan, Pak Prabowo terlihat unggul sekali dibandingkan Pak Jokowi," ujar Ramadhan di Crown Hotel, Jl Jenderal Gatot Soebroto, Jakarta Selatan, Senin (16/6/2014).
Jokowi dinilai hanya mampu menjalankan tugas sebagai kepala daerah, sementara Prabowo di level nasional. Perbedaan itu dianggap Ramadhan tak bisa dibanding-bandingkan.
"Jadi misalnya Pak Prabowo diturunkan jadi wali kota, itu kan levelnya nggak pas. Demikian juga yang levelnya wali kota ditaruh presiden itu kan kurang pas. Dan bukan sekedar itu, tapi dari sisi penampilan kemarin memperlihatkan itu. Jadi tidak semata-mata statusnya pemimpin daerah atau wali kota atau gubernur," imbuh Wakil Ketua Komisi I DPR RI ini.
Pernyataan-pernyataan yang dilontarkan Jokowi, menurut Ramadhan, bukan sebagai terobosan. Dia menilai yang disampaikan Jokowi terlalu sering diulang-ulang dan bertubrukan dengan kebijakan yang sudah ada.
"Jadi hal-hal yang kecil-kecil sesungguhnya pengulangan dan dananya masa dari APBN lagi? Kan BOS, Jampersal, program keluarga harapan, itu semua kan dana APBN. Kok ini mau dikeluarin dana lagi? Untuk apa lagi? Untuk hal-hal yang belum dilaksanakan oleh pemerintah SBY dalam program pro rakyat, nah itu aja yang dilengkapi," tutur Ramadhan.
Kebijakan Jokowi masih sekadar kebijakan tingkat daerah di mata Ramadhan Pohan. Dia pun membandingkan dengan mantan Walikota Tangerang Wahidin Halim.
"Tapi kalau dari Jokowi kemarin nggak ada sesuatu yang baru, nggak ada terobosan. Dan bahkan untuk daerah juga Wahidin Halim juga sudah melakukan 10 tahun yang lalu," pungkas dia.
(bpn/trq)











































