Jam Malam Diberlakukan di Mosul
Kamis, 23 Des 2004 06:13 WIB
Jakarta - Buntut serangan roket ke markas tentara AS di dekat Mosul, Irak, Selasa (21/12/2004) kemarin, tentara AS memberlakukan jam malam. Akibat serangan roket tersebut, 22 orang tewas, 19 orang diantaranya adalah tentara AS. Pemberlakuan jam malam ini diumumkan oleh tank Amerika yang tengah memblokir jalan masuk ke Mosul di sejumlah jembatan, seperti yang diberitakan oleh ABC Online, Rabu (22/12/2004). Hingga kini pihak aparat masih melakukan penyelidikan siapa dibalik serangan Selasa kemarin yang disebut-sebut sebagai serangan terbesar setelah invasi yang dilakukan AS setahun yang lalu. Sebelumnya, tentara Ansar Al-Sunnah mengklaim berada di belakang serangan tersebut. Klaim Ansar Al-Sunnah ini diberitakan oleh Associated Press (AP). Kelompok ini merupakan kelompok ekstrim yang dinilai paling berbahaya di Irak, yang selama ini mengaku bertanggung jawab terhadap sejumlah serangan dan membunuh tamu-tamu asing. Kelompok Ansar Al Sunnah sendiri dikenal sebagai kelompok yang berfaham fundamentalis. Salah satu tujuannya adalah mengembalikan Irak sebagai negara Islam, seperti rezim Taliban di AfganistanSementara dari kantor berita AFP diberitakan bahwa militer AS telah mengirimkan tim investigasi untuk menyelidiki penyebab ledakan tersebut. Namun dari seorang sumber terkuak bahwa sebuah tas punggung ditemukan oleh tim investigasi setelah dilakukan evakuasi. Ini mengindikasikan bahwa ledakan tersebut bukan disebabkan oleh serangan roket, tetapi bom bunuh diri.
(dni/)











































