"Kartu-kartu itu menurut saya bisa aja dibuat, tapi yang paling penting bukan itu. Saya kira yang paling penting bagi masyarakat itu kalau dia sakit bisa ke rumah sakit dengan gratis. Tidak perlu kartu, tunjukin KTP juga sudah gratis," ujar Fadli di Crown Hotel, Jl Jenderal Gatot Soebroto, Jakarta Selatan, Senin (16/6/2014).
Menurut Fadli saat ini telah ada program BPJS Kesehatan yang mencakup seluruh masyarakat Indonesia. Kartu Indonesia Sehat (KIS) dan Kartu Indonesia Pintar (KIP) dinilai salah sasaran oleh Sekretaris Tim Pemenangan Prabowo-Hatta ini.
"Salah itu. Sudah ada BPJS, tinggal disempurnakan. Kemudian kalau masyarakat yang miskin ya harus diterima, kalau nanti masyarakat yang tidak punya kartu masa tidak diterima? Kemudian Kartu Pintar, itu apa, kita kan sudah ada wajib belajar," sebut Fadli.
Dana pendidikan dari APBN dipandang sudah sangat besar sehingga tak perlu lagi ada kebijakan tambahan. Bahkan menurut Fadli saat ini semua orang bisa sekolah dengan gratis.
"Udah ada wajib belajar, udah didanai oleh APBN. Bahkan setiap warga kita sudah bisa gratis. Jadi artinya kita tinggal memantabkan apa yang sudah ada," pungkas pria berkacamata ini.
Sementara itu diwawancarai secara terpisah, Jokowi menyebut BPJS dan BOS berbeda dari KIS dan KIP. Perbedaan tersebut terdapat dari sistem yang terintegrasi.
"Kalau yang kartu ini yang dipegang sistemnya, bedanya hanya itu saja. Ya sistem kartu itu, jelas yang terima siapa? Dilaksanakan dengan cara apa. Itu bedanya," kata Jokowi di call center Jokowi-JK di East Building, Mega Kuningan, Jakarta Selatan.
(bpn/trq)










































