Polisi Harus Beri Rasa Aman di Jalan Agar Tak Ada yang Pakai Rotator

Polisi Harus Beri Rasa Aman di Jalan Agar Tak Ada yang Pakai Rotator

- detikNews
Senin, 16 Jun 2014 13:41 WIB
Polisi Harus Beri Rasa Aman di Jalan Agar Tak Ada yang Pakai Rotator
Jakarta - Sudah empat kali spion mobil yang ditumpangi Bagus Tri dicongkel alap-alap spion saat mobilnya terjebak macet, tanpa dia bisa berbuat apa-apa. Saking mangkelnya, timbul niat di hatinya untuk memasang rototor.

Tujuannya bukan buat gagah-gagahan, tapi untuk keselamatan diri. "Sebab polisi tidak bisa memberikan keselamatan di jalan," ujar profesional warga Setibudi, Jaksel, ini kepada detikcom, Senin (16/6/2014).

Bagus Tri tahu memasang rotator adalah pelanggaran hukum, tapi dia sudah tak punya ide lain untuk menjaga keselamatannya di jalan raya.

Atas keluhan Bagus Tri tersebut, pengurus harian YLKI yang membidangi transportasi Tulus Abadi mendorong polisi agar memberikan rasa aman kepada pengguna jalan.

"Tugas polisi untuk menciptakan rasa aman. Masyarakat tidak boleh melakukan hal-hal yang mengganggu (untuk keselamatan dirinya)," ujar Tulus dalam perbincangan dengan detikcom, Senin (16/6/2014).

Tulus pernah menjadi korban masyarakat yang menggunakan rotator dan sirine. Tulus menyangka pihak berwajib yang menggunakan alat tersebut. Padahal saat itu kondisi jalan sangat macet.

"Saya pikir di belakang polisi, pas saya lihat, mobil biasa. Ini tidak baik, kalau macet jangan menggunakan cara-cara yang tidak suci," kata dia.

Tulus menambahkan, apapun alasannya, melanggar hukum tidak diperbolehkan. Bila masyarakat merasa tidak aman, masyarakat bisa memiliki pistol, tentu saja dengan cara legal.

"Kalau tidak aman bisa menggunakan pistol yang berizin," kata Tulus.

Tulus berpendapat pengguna rotator dan sirine harus dihukum sebab penggunaan alat tersebut tidak diperbolehkan. Polisi, lanjutnya, juga harus memberikan contoh yang baik pada masyarakat. Misalnya dalam hal penggunaan voorijder.

"Orang bisa order voorijder untuk keperluan individu. Ada artis dan tokoh politik agar cepat sampai ke bandara hanya dengan bayar Rp 500 ribu. Seharusnya voorijder untuk kondisi tertentu saja, yang formal," tutur dia.

Akhir pekan lalu polisi menangkap dua mobil yang tengah melaju di Tol Senayan. Dua mobil itu, VW Tiguan B 28 CKO dan Nissan X-Trail B 1005 SKJ. Mereka menggunakan rotator dan sirine agar tidak ditilang polisi dan untuk memberikan 'rasa aman' di jalan. Namun akhirnya mereka ditilang juga oleh polisi. Sebuah mobil mewah Hummer juga ditilang.

(nik/nrl)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads