Kebakaran Terjadi di Sebuah Gereja di Surabaya

Kebakaran Terjadi di Sebuah Gereja di Surabaya

- detikNews
Rabu, 22 Des 2004 23:33 WIB
Surabaya - Gereja Pantekosta-GPPS Bibis, Jl. Embong Belimbing, Surabaya, Jawa Timur terbakar. Peristiwa ini membuat panik warga yang bermukim di sekitarnya.Sejumlah saksi mata yang ditemui detikcom mengatakan, api pertama kali berkobar sekitar pukul 23.00 WIB. Mengetahui kejadian ini, warga langsung berhamburan keluar rumah. Maklum, gereka kecil tersebut terletak di pemukiman padat penduduk.Warga langsung menhubungi dinas pemadam kebakaran (DPK). Sambil menunggu kedatangan mobil pemadam kebakaran, warga berusaha memadamkan api dengan peralatan seadanya. Api berhasil dijinakkan pada pukul 23.45 WIB, setelah 5 unit mobil DPK tiba di lokasi.Meski demikian, gereja tersebut terlanjur mengalami kerusakan yang cukup parah. Meski dari bagian luar bangunan tidak terlalu kelihatan, seluruh ruang tengah gereja tersebut hangus.Buntut peristiwa ini polisi memeriksa 2 orang penjaga gereja, yakni Johan dan Budiarso. Keduanya sempat memberikan penjelasan saat ditanyai polisi di tempat kejadian perkara."Saya memang tadi sempat membakar kertas di ruang tengah. Tapi itu jam 19.30 WIB, jadi jauh sebelum kejadian," kata Johan yang baru 3 hari bertugas sebagai penjaga gereja tersebut.Pengakuan Johan ini dibenarkan Budiarso. Menurutnya, dia memang melihat Johan membakar kertas. Sayangnya, tidak ada penjelasan maksud perbuatan Johan tersebut. Keduanya kini dibawa ke Mapolsekta Genteng.Salah seorang suster, Tutiyani (50) kepada wartawan mengaku, belum mengetahui secara pasti penyebab kebakaran. Tuti hanya mengatakan, api pertama kali muncul di koridor yang menghubungkan ruang kebaktian dengan dapur."Saat kejadian gereja memang sedang kosong. Begitu melihat api saya langsung berteriak meminta tolong. Di koridor itu memang ada dua buah AC yang hangus, tapi saya tidak tahu pasti penyebab kebakaran ini," ujarnya.Sampai saat ini, ratusan warga masih berkerumun di lokasi kejadian. Mereka nampak membereskan berbagai peralatan yang digunakan untuk memadamkan api. Sebagian lagi sekadar membicarakan peristiwa ini antar sesamanya. (djo/)


Berita Terkait