"Aku setuju kalau UN itu ada, karena soal yang dikerjakan sudah ada takeranya untuk masuk SMA, sekarang tinggal bagaimana kita menyikapi saja," ujar Jilan Zahra Jauhara siswi SMP peraih nilai UN tertinggi, saat berbincang-bincang dengan detikcom, Senin (16/6/2014).
Peraih nilai UN 39.75 ini melihat kalau sistem UN yang dilakukan pemerintah lebih adil dibanding penilaian yang diberikan sekolah. UN sendiri dilihatnya dapat mengetahui kemampuan pelajarnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jilan mengatakan dalam pelaksanaan UN kemarin masih terdapat kekurangan. Seperti di hari pelaksanaan ujian Bahasa Indonesia.
"Kedepan kalau bisa pemerintah bisa lebih siap menghadapi UN, jadi nggak perlu ada revisi-revisi lagi seperti waktu soal bahasa Indonesia," ungkapnya.
(edo/ndr)











































