Salah satu tempat yang dikunjungi Helmy adalah ke Pondok Pesantren Qomarul Huda yang diasuh Tuan Guru Haji (TGH) Lalu Muhammad Turmudzi Badaruddin di Desa Bagu, Pringgarata, Lombok Tengah. Didampingi Anggota Dewan Syuro DPP PKB KH Abdul Ghofur dan Wakil Sekjen Lukmanul Khakim, Helmy datang di kediaman TGH Turmudzi bertepatan ketika ulama kharismatis di lingkungan NU itu sedang menggelar pengajian rutin.
Atas izin tuan tumah, Helmy dan Kiai Ghofur memanfaatkan kesempatan itu untuk mengklarifikasi kampanye hitam yang selama ini menyerang Jokowi. Helmi menuturkan, selain memenuhi kriteria pemimpin menurut Islam, yakni jujur, dapat dipercaya, komunikatif, dan cerdas, serta berjiwa melayani rakyat, Jokowi sebenarnya bukan orang lain bagi warga NU.
โIbu Pak Jokowi itu anggota Muslimat NU. Kalau Pak Jusuf Kalla tidak diragukan lagi. Beliau menjabat Mustasyar PBNU,โ kata Helmy dalam pernyataan pers tertulis, Minggu (15/6/2014).
Untuk itu, ia berharap masyarakat NTB tak terpengaruh oleh kampanye hitam yang selama ini menyerang Jokowi. Menurutnya, jika pasangan Jokowi-JK memenangkan Pilpres mendatang, keduanya tak akan pernah meninggalkan rakyat, khususnya warga NU.
โJangan pernah terpengaruh kampanye yang menyebutkan Pak Jokowi itu tak bisa mengaji, belum pernah haji dan sebagainya. Padahal ternyata Pak Jokowi itu ngajinya fasih,โ tegasnya.
(fjr/nrl)










































