"Ini bukan ujian yang tidak boleh nyontek. Intinya adalah bagaimana menjawab pertanyaan sesuai koridor. Di bidang ekonomi, itu kan angka-angka semua. Kalau hafal ya syukur Alhamdullilah tapi kalau tidak hafal juga tidak apa-apa," kata Poempida di Jenggala Center, Jl Jenggala II, Jakarta Selatan, Minggu (15/6/2014).
Belakangan, seperti diberitakan, Jokowi mengaku bahwa kertas yang menyembul dari jasnya itu adalah kertas berisi doa dari ibunya. Lebih lanjut, Poempida tidak khawatir akan anggapan Jokowi tidak siap menghadapi debat bila membawa catatan. Dia menekankan bahwa Jokowi sudah punya pengalaman dan kompetensi dalam bidang pembangunan ekonomi dan kesejahteraan sosial.
"Yang penting bagaimana menjawabnya. Pasti ada catatan-catatan. Meski tidak perlu sedikit-sedikit lihat," ujar Poempida.
"Yang terpenting bisa jawab dengan baik, lugas, dan bisa dimengerti masyarakat. Beliau langsung praktek saja, beliau bisa bilang 'ini sudah saya kerjakan'. Kalau di sebelah kan baru 'kita ingin'," lanjutnya.
Debat kedua yang akan mempertemukan kedua capres diselenggarakan di Gran Melia Hotel, Kuningan, Jakarta Selatan malam ini. Topik yang akan diperdebatkan ialah 'Pembangunan Ekonomi dan Kesejahteraan Sosial'.
(imk/dnu)










































