Seperti yang disampaikan Corporate Communications Garuda Indonesia Pujobroto, GA88 merupakan penerbangan langsung dengan estimasi lama penerbangan 13 jam dari Jakarta ke Amsterdam. Pesawat berangkat pada pukul 00.45 WIB, namun setelah 3 jam mengudara, pesawat harus kembali ke Jakarta untuk tindakan medis.
"Pesawat sudah terbang 3 jam, lalu kembali 3 jam, jadi sudah 6 jam. Otomatis untuk berangkat lagi, Garuda harus menyiapkan awak pesawat baru karena waktu tugas awak dan pilot sudah terpakai. Jadi sekarang disiapkan awak baru," kata Pujobroto kepada detikcom, Minggu (15/6/2014).
Pujo menambahkan, penerbangan ke Amsterdam juga ditentukan oleh jam malam penerbangan di negeri kincir angin tersebut. Hal ini karena pemerintah setempat memperhatikan jam istirahat penduduknya yang tak mau diganggu oleh suara mesin pesawat.
"Untuk kita, mendarat itu ada waktunya karena masyarakat di sana nggak mau ada suara pesawat mengganggu. Jadi kita harus menyesuaikan yang ada di Amsterdam," ujar Pujo.
281 Penumpang GA88 diberikan fasilitas menunggu di hotel mewah di kawasan Harmoni, Jakarta Pusat, secara cuma-cuma. Selanjutnya, ratusan penumpang itu akan kembali diberangkatkan dari hotel menuju Bandara Soekarno-Hatta dengan jemputan dari pihak Garuda Indonesia.
"Kita sudah cek pesawatnya, kita lihat persiapan di Amsterdam. Total penumpang 281 orang, kita berikan istirahat di Hotel Mercure Harmoni," tutup Pujo.
Sementara penumpang yang meninggal diduga akibat serangan jantung. Jenazah kini berada di Pusat Kesehatan Bandara Soekarno-Hatta untuk proses lebih lanjut antara Garuda Indonesia dengan Kedutaan Besar Belanda.
(vid/nwk)











































