Survei: Rakyat Masih Mengharapkan Pemimpin Jujur, Tegas Urutan Kedua

Survei: Rakyat Masih Mengharapkan Pemimpin Jujur, Tegas Urutan Kedua

- detikNews
Minggu, 15 Jun 2014 06:50 WIB
Survei: Rakyat Masih Mengharapkan Pemimpin Jujur, Tegas Urutan Kedua
Jakarta - Berdasarkan hasil survei Pusat Data Bersatu (PDB), sifat kepemimpinan yang diharapkan masyarakat adalah jujur. Sifat ini disebut oleh peneliti Polcomm Institute, Heri Budianto, melekat pada sosok Joko Widodo. Sementara sifat tegas menduduki urutan kedua.

"Pemilih Prabowo karakternya adalah pemilih rasional. Tapi ada juga yang harus dapat perhatian, sorotan, yang ingin jujur ternyata lebih besar 31,7 persen. Ini kan simbol yang melekat pada Jokowi," kata Heri di Kuningan, Jakarta Selatan, Sabtu (14/6/2014) malam.

Untuk sifat tegas mendapatkan persentase sebesar 26,1 persen, diikuti oleh sifat berpihak pada rakyat sebesar 21,9 persen. Menurut Heri, simbol yang melekat pada Prabowo itu menunjukkan kebingungan pemilih.

"Figur pemimpin yang tegas 26,1 persen. Simbol yang melekat pada prabowo, sehingga dapat kita simpulkan bahwa pemilih kita masih tidak konsisten," ujar Heri.

Sifat lainnya yaitu bersih dari KKN sebesar 4,7 persen, berwibawa 3,2 persen, taat beragama 2,9 persen, panda 1,1 persen, lainnya 7,0 persen dan tidak tahu sebesar 1,3 persen.

Hasil survei PDB ini juga menunjukkan elektabilitas capres-cawapres yang dilakukan pada 6 hingga 11 Juni 2014, pasangan Prabowo-Hatta memimpin dengan 31,8 %, menyalip elektabilitas Jokowi-JK 29,9%.

Sedangkan 1,7% responden memilih tidak memilih. Responden yang belum mempunyai pilihan 17,2%, dan yang masih merahasiakan pilihannya 19,4%.

Survei dilakukan melalui wawancara via telepon pada 6-11 Juni 2014. Responden dipilih secara acak sistematis berdasarkan kan buku petunjuk PT Telkom. Jumlah sampel responden sebanyak 1.200 orang mewakili masyarakat pengguna telepon di 33 provinsi, 170 kota di Indonesia. Margin error +/- 2,8% pada tingkat kepercayaan 95%. Survei ini dilakukan di hampir separuh kota di Indonesia sehingga survei ini menggambarkan masyarakat Indonesia daerah perkotaan yang memiliki telepon residensial.

(vid/vid)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads