Debat Capres Nanti, Prabowo dan Jokowi Diprediksi Berebut Swing Voters

Debat Capres Nanti, Prabowo dan Jokowi Diprediksi Berebut Swing Voters

- detikNews
Minggu, 15 Jun 2014 06:23 WIB
Debat Capres Nanti, Prabowo dan Jokowi Diprediksi Berebut Swing Voters
Jakarta - Malam ini akan kembali digelar debat capres. Debat ini juga memberi andil masing-masing capres dalam menggaet swing voters.

Hal ini disampaikan peneliti senior Pusat Data Bersatu (PDB) Agus Herta ketika menyampaikan survei selisih elektabilitas Prabowo dengan Jokowi. Menurut Agus, masing-masing capres akan berupaya menaikan elektabilitas dalam setiap penampilan debat.

"Swing voters adalah pemilih yang belum menentukan pilihan. Dalam survey elektabilitas kami saja, swing voters masih banyak (17,2 persen)," kata Agus di Puri Denpasar, Kuningan, Jakarta Selatan, Sabtu (14/6/2014) malam.

Agus menyebutkan ada tiga hal yang bisa menggaet para swing voters. Pertama adalah visi misi dan program masing-masing capres. Kedua adalah referensi dari tokoh masyarakat, karena swing voters bersikap menunggu karena terkadang tak memiliki referensi politik yang pasti.

"Faktor ketiga adalah orangtua dan keluarga. Ini menjadi catatan penting karena kebanyakan mereka berasal dari pemilih muda," ujar Agus.

Oleh karena itu, bagi Agus, timses kedua capres jangan anggap remeh swing voters, karena mereka sangat selektif menunggu arahan dari tokoh masyarakat panutan mereka. Agus menyebut tokoh itu dari elemen artis, tokoh parpol dan sebagainya.

"Seperti Slank, Rhoma Irama, Iwan Fals dan lain-lain. Tipikal swing voters itu mereka yang ditempa informasi, apapun informasi yang mereka lihat dan dengar akan mereka serap," ujar Agus.

"Jadi jangan salah, black campaign yang sekarang sedang marak, itu berpengaruh terhadap referensi pilihan mereka," tambahnya.

Agus memaparkan, pada September 2013, selisih elektabilitas Jokowi dan Prabowo sekitar 29,4%. Berturut-turut pada bulan Oktober 2013 (31,2%), November (25,8%), Januari 2014 (17,3%), Februari (12,1%), Maret (9,8%), April-Mei (10,7%), dan Mei (11,9%). Namun pada Juni 2014, elektabilitas Prabowo sudah melampaui Jokowi dengan selisih 1,9%.

Dalam telesurvei terbaru yang dirilis PDB hari ini, Agus melanjutkan paparannya, elektabilitas pasangan Prabowo-Hatta memimpin dengan 31,8 %, menyalip elektabilitas Jokowi-JK 29,9%.

Sedangkan 1,7% responden memilih tidak memilih. Responden yang belum mempunyai pilihan 17,2%, dan yang masih merahasiakan pilihannya 19,4%.

Survei dilakukan melalui wawancara via telepon pada 6-11 Juni 2014. Responden dipilih secara acak sistematis berdasarkan kan buku petunjuk PT Telkom. Jumlah sampel responden sebanyak 1.200 orang mewakili masyarakat pengguna telepon di 33 provinsi, 170 kota di Indonesia. Margin error +/- 2,8% pada tingkat kepercayaan 95%. Survei ini dilakukan di hampir separuh kota di Indonesia sehingga survei ini menggambarkan masyarakat Indonesia daerah perkotaan yang memiliki telepon residensial.

Dalam telesurvei itu juga disebutkan, pemilih Prabowo-Hatta yang konsisten dengan pilihannya sebesar 67,2%. Sementara yang masih berpeluang berubah 14,9%, dan yang tidak menjawab 17,9%.

Pada pemilih Jokowi-JK, pemilih yang konsisten dengan pilihannya sebesar 67,4%. Sementara yang masih berpeluang berubah 18,2%, dan yang menjawab tidak tahu 14,4%.

(vid/vid)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads