Digusur JITC, Massa Habib Al Idrus Bentengi Makam Keramat
Rabu, 22 Des 2004 18:45 WIB
Jakarta - Ratusan orang yang mendukung Habib Ali Al Idrus membentengi makam Keramat, di Koja, Tanjung Priok, Jakarta Utara, yang akan digusur Jakarta International Container Terminal (JICT) untuk dijadikan terminal petikemas. Ketegangan di kompleks pemakaman milik keluarga Habib Ali Al Idrus terjadi sejak pagi. Pemicunya, sekitar pukul 09.00 WIB, Rabu (22/12/2004) sekitar 50 orang yang terdiri dari security dari JITC, petugas pelabuhan dan beberapa orang berpakaian preman berjaga-jaga di depan pagar pembatas terminal dengan lahan makam. Puluhan orang itu mengawal pengurukan tanah hingga menutup pintu masuk makam Keramat. Mereka memindahkan gundukan tanah yang semula berada di pintu masuk terminal container Tanjung Priok dipindah ke depan pintu makam. Selain menutup pintu makam dengan gundukan tanah setinggi 5 meter, security juga menghalau orang yang akan berziarah ke makam dengan menyatakan makam telah ditutup. Melihat aksi itu, jamaah majelis keluarga Habib Al Idrus berusaha menghalau pengerukan. Tapi jumlah mereka kalah banyak. Akhirnya sekitar pukul 15.00 WIB, ratusan massa FPI yang sering kali membela makam tersebut datang.FPI lantas membentengi makam agar tak digusur. Setelah berdialog, security JITC yang jumlahnya kalah dengan massa FPI akhirnya meninggakan lokasi. Sekitar pukul 16.00 WIB, alat-alat berat ditarik dari lokasi makam. Kuasa hukum ahli waris, Doddy Sucahyo menyesalkan tindakan security JITC. Kasus lahan seluas 5 hektar itu, kata Dodi, kini masih dalam proses dialog. Apalagi Pelindo yang mempunyai hak pengolahan lahan di pelabuhan, kata Dodi, sudah menyatakan kalau tanah keluarga Habib Al Idrus tidak termasuk dalam hak pengolahan lahanDoddy menegaskan, Habib Muhammad Zein Al Hadad, paman Ali Al Idrus yang ditunjuk menjadi ahli waris makam keramat mempunyai bukti-bukti kepemilikan tanah. Keluarga mempunyai Surat Keterangan Pendaftaran Tanah dan surat PBB.
(iy/)











































