"Saya memasang rotator dan sirine untuk mencegah tindak kejahatan pada mobil saya. Pernah dulu punya pengalaman dua kali spion mobil dicongkel," kata Christoper Alexander Aryanto di Mapolda Metro Jaya, Jl Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Sabtu (14/6/2014).
Christoper adalah pengemudi mobil Nissan X-Trail B 1005 SKJ berwarna silver. Di mobilnya itu, Christoper memasang 4 emblem Polri dan rotator di dashboard serta grill mobilnya.
Akibat spion mobilnya dicongkel, pelajar berumur 20 tahun tersebut langsung berniat membeli rotator dengan cahaya lampu warna biru menyerupai mobil penyidik kepolisian atau mobil pengawal VVIP. Ia juga mengaku orangtuanya melarang memasang rotator tersebut.
"Saya menggunakan rotator atas niat sendiri, awalnya orang tua juga sudah
melarang," ujar Christoper.
Christoper merasakan keuntungan saat mengendarai kendaraannya yang menyerupai mobil seorang penyidik atau pengawal VVIP itu. "Agak lebih cepat sih jalannya, beberapa mobil ada yang minggir," ungkapnya.
Sementara emblem logo Polri di mobilnya bertujuan untuk menghindari pencurian ataupun tindak kejahatan. Namun karena emblem tersebut palsu, polisi langsung mencopotnya.
"Stiker polisi untungnya itu bikin orang mikir-mikir waktu mau melakukan
tindak kejahatan. Tapi sampai di Polda udah dilepas polisi," terang Christoper.
(tfn/vid)











































