"Secara pribadi, saya, Velix Wanggai, memiliki posisi dasar netral dalam prosesi Pilpres 2014 karena saya menyandang status PNS," kata Velix melalui surat elektroniknya, Sabtu (14/6/2014) malam.
Setiyardi bekerja sebagai staf di Kantor Staf Khusus Presiden bidang Pembangunan Daerah, dan ia menjadi pimpinan redaksi tabloid Obor Rakyat yang berisikan kampanye hitam. Menurut Velix, hal itu dilakukan Setiyardi sebagai pribadi, bukan mewakili pandangan Istana Negara.
"Saudara Setiyardi bukanlah tim sukses capres maupun anggota parpol tertentu. Langkah Setiyardi dipandang sebagai partisipasi politik warga yang terkait dengan latarbelakangnya di dunia media," ujar Velix.
Velix menyatakan kantor yang ia pimpin tetap bekerja secara profesional dalam agenda kewilayahan, pembangunan daerah dan otonomi khusus. Dalam kontestasi pilpres, menurut Velix, saatnya politik gagasan yang dikedepankan dalam perdebatan publik.
"Gagasan memberi warna dalam perdebatan kebijakan negara," tutup Velix.
Namun keterangan Velix berbeda dengan penjelasan yang sebelumnya telah diungkapkan Juru Bicara Presiden Julian Aldrin Pasha. Julian menegaskan Pimpinan Redaksi Tabloid Obor Rakyat Setiyardi Budiono, bukan staf khusus presiden.
"Sudah saya cek tidak ada nama Setiyardi sebagai deputi staf khusus presiden," kata Julian dalam pesan singkatnya, Jumat (13/6).
Julian memastikan Istana tidak terkait dengan pemberitaan tabloid Obor Rakyat yang menyudutkan pasangan capres/cawapres Joko Widodo-Jusuf Kalla.
"Terkait pemberitaan di tabloid Obor Rakyat, tidak ada kaitan sama sekali dengan Staf Khusus Presiden dan Istana," tegasnya.
(vid/tfn)











































