Gagasan dan Pengalaman Jadi Andalan Jokowi Hadapi Prabowo di Debat Besok

Gagasan dan Pengalaman Jadi Andalan Jokowi Hadapi Prabowo di Debat Besok

- detikNews
Sabtu, 14 Jun 2014 13:04 WIB
Gagasan dan Pengalaman Jadi Andalan Jokowi Hadapi Prabowo di Debat Besok
Jakarta - Calon Presiden Joko Widodo diyakini siap menjalani debat kedua yang digelar Komisi Pemilihan Umum (KPU). Gagasan dan konsep soal pembangunan ekonomi serta pengalaman di pemerintahan akan menjadi modal penting untuk disampaikan Jokowi terkait visi pembangunan ekonomi Indonesia.

"Tentu Pak Jokowi siap adu debat karena memiliki pengalaman 10 tahun saat memimpin Solo dan Jakarta. Beliau capres yang mempunyai konsep dan pengalaman memimpin di pemerintahan," kata politikus PDI Perjuangan Nusyirwan Soejono dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (14/6/2014).

Menurutnya, Jokowi dan tim debatnya akan memberi masukan serta mengevaluasi pelaksanaan pembangunan ekonomi dan kendala tercapainya kesejahteraan rakyat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Jokowi dan tim tentu akan menganalisa dan mencari solusi di mana letak kelemahan, pengambilan keputusan yang lemah dan tidak berjalan," imbuh Nusyirwan.

Dia menyebut tingginya pinjaman luar negeri, tingginya impor dan persoalan infrastruktur yang tidak bisa diatasi oleh Pemerintahan saat ini, semuanya menjadi perhatian serius Jokowi.

Paparan di debat ini, menurutnya, tidak bisa lagi normatif tapi lebih teknis.

Sejak masa kampanye dimulai, salah satu perhatian Jokowi yang terus disampaikannya yakni adanya kelemahan transportasi distribusi barang antarpulau dari bagian barat-timur maupun utara-selatan Indonesia.

"Pak Jokowi menyebut pentingnya konektivitas antarpulau sehingga distribusi barang dan jasa bisa berjalan dengan baik. Karena hal itu, konsep tol laut diperkenalkan," lanjutnya.

Nusyirwan menjelaskan selama memimpin di DKI Jakarta, Jokowi sudah memulai mengurai beberapa persoalan dan kendala pembangunan infrastruktur di Ibukota Negara.

Namun, dia juga menitip pesan bagi capres Jokowi bila nanti mendapat amanah menjadi RI 1. Politisi dari daerah pemilihan Jawa Tengah ini menyebut pentingnya menekan biaya produksi yang tinggi, termasuk mengatasi problem bidang transportasi yang menyebabkan produk dalam negeri tidak kompetitif.

Anggota Komisi V DPR-RI ini juga menyoroti kondisi perekonomian nasional saat ini. Capaian bidang ekonomi dianggap belum memuaskan.

"Itu terlihat dari kondisi pembangunan ekonomi selama ini. Semua pihak dalam dan luar negeri menilai kelemahan Indonesia adalah di sektor infrastruktur," ujarnya.

(fdn/rmd)


Berita Terkait