Lintas Barat Sumatera Belum Bisa Dilalui Kendaraan
Rabu, 22 Des 2004 17:43 WIB
Padang - Dinas Prasarana Jalan Sumatera Barat (Sumbar) mulai membangun jembatan darurat untuk menanggulangi lumpuhnya arus transportasi di Lintas Barat Sumatera. Diperkirakan, jalan tersebut baru bisa digunakan pada Kamis (23/12/2004) besok. Sejak Selasa (21/12/2004), jalur tersebut tidak dapat dilewati kendaraan. Pasalnya, jembatan Batang Panjang Sungai Kuyuang, Kecamatan Pancung Soal, Kabupaten Pesisir Selatan (Sumbar) ambruk diterjang banjir. "Sebelum pemasangan jembatan darurat selesai, arus kendaraan dari Padang menuju Bengkulu dan sebaliknya terpaksa dialihkan melalui Lubuk Linggau (Sumatera Selatan) atau Sungai Penuh Kabupaten Kerinci (Jambi). Dengan kondisi itu, jarak tempuh antara Padang dengan Bengkulu bertambah sekitar 150 km sampai 200 km," ujar Kepala Sub Dinas (Kasubdin) Bina Program Dinas Prasarana Jalan Sumbar Mesra Eza, ketika dihubungi detikcom via telepon, Rabu (22/12/2004).Dikatakan Eza, jalur tersebut diperkirakan dapat kembali dilalui kendaraan mulai Kamisk. "Bila tidak ada halangan, dalam dua hari kita sudah menyelesaikan pemasangan jembatan darurat itu sehingga dapat dilewati kendaraan. Untuk pemasangan jembatan darurat kita membutuhkan biaya sekitar 50 juta," ujarnya.Lebih lanjut Eza mengatakan, pihaknya akan mulai mengerjakan pembangunan jembatan permanen, begitu jembatan darurat selesai dipasang. "Sebelumnya kita memang sudah programkan untuk membangun jembatan baru di lokasi itu karena jembatan yang ambruk kondisinya sudah sangat tua, sementara sekitar 5 ribu kendaraan setiap harinya melewati jembatan tersebut. Untuk pembangunan jembatan baru, biayanya sekitar Rp 800 sampai Rp 900 juta," demikian Mesra Eza.
(asy/)











































