"Kita ini memerlukan presiden yang bisa memberikan perut kenyang buat masyarakat, yang bisa maksimalkan bangsa ini menjadi gudang pangan di dunia. Bukan pengimpor di dunia. Kita harus bisa tunjukan itu," ucap Suhardi.
Hal itu dikatakan Suhardi saat berorasi di depan Anggota Komunitas Orang Indonesia (KOI) Jakarta Utara di Rumah Polonia, Cipinang Cempedak, Jakarta Timur, Jumat (13/6/2014).
Kata Suhardi, sebagai negara agraris Indonesia seharusnya bisa menjadi gudang pangan dunia. Namun sebaliknya, Indonesia kini malah dikenal sebagai salah satu negara pengimpor.
Kondisi itu menurut Suhardi ironis jika melihat kekuatan lahan pertanian dan hutan di Tanah Air. Ia pun berharap masyarakat ndonesia punya etos kerja ala 'kerajaaan Majapahit' yang bisa menyatukan Nusantara.
"Ketika Majapahit bisa menyatukan Nusantara, bisa menggerakan Indonesia. Itu yang perlu kita lihat sebagai semangat. Semua ada di bumi kita ini yang melimpah kekayaan. Kalau butuh pangan, sukun, sagu, pisang, manggis, jeruk, itu ada semua di negeri kita," sebutnya.
"Kita punya potensi. Punya itu dan harus dimaksimalkan," pungkasnya.
(hat/bar)










































