Hatta lebih dulu memilih singgah ke kantor pimpinan wilayah Muhammadiyah NTB, di jalan lingkar selatan kota Mataram, Jumat (13/6/2014). Dia menemui seluruh kader perserikatan Muhammadiyah yang sudah berkumpul di aula gedung dakwah itu dan meminta dukungan.
"Saya kira sifat-sifar kepemimpinan sebagaimana diceritakan dalam Alquran yakni kesantunan, kecerdasan keunggulan itu sudah ada dalam kedua tokoh kita ini. Alhamdullilah. Dari mimik dan tutur katanya, saya kira pak Hatta Rajasa betul-betul representasi keunggulan dalam ilmu, kesantunan dalam sikap dan ketegasan dalam bersikap," kata Wakil Ketua Muhammadiyah Wilayah NTB, Haji Syamsudin Anwar.
Menurutnya keunggulan Hatta tak perlu lagi dipertanyakan. "Sebagai keluarga Muhammadiyah, insyallah kami sudah berketetapan hati untuk memberikan dukungan yang maksimal kepada bapak dan pak Prabowo," jelas Syamsudin.
Setengah jam bertemu, Hatta meluncur ke wilayah Bagu, Lombok Tengah, menemui tokoh ulama NU. Dia bertandang ke kediaman Tuan Guru Haji Tur Mudzi Badudin, tokoh terkemuka di NTB.
Hatta masuk ke ruangan pribadinya dan melakukan pertemuan tertutup sekitar setengah jam.
"Saya mendoakan. Saya doakan. Itu sudah lebih daripada dukungan karena (doa) urusannya dengan Allah," kata Tuan Guru Haji Tur Mudzi. Menimpali jawaban itu, Hatta mengangguk. "Insyaallah pintu langit terbuka," kata dia. Hatta lantas mencium pipi kiri dan kanan ulama yang sudah sepuh tersebut.
Dalam safari politiknya selama di NTB dia didampingi rombongan beberapa politisi partai koalisi Merah Putih. Terlihat ada Tjatur Sapto Edhy, Idrus Marham, Fahry Hamzah, Romy serta Gubernur NTB Zainul Madji, yang setia mendampingi Hatta dari satu lokasi ke lokasi lain.
(ros/fdn)










































