Aksi bertajuk "Dukung Jokowi-JK Modal Dengkul, Genjot Becak Jogja-Jakarta" itu diawali dari kawasan titik nol kilometer di depan Kantor Pos Besar di Jalan Senopati Yogyakarta, Jumat (13/6/2014) pukul 15.00 WIB.
Dua becak tersebut biasa digunakan Blasius Haryadi atau sering dipanggil Harry van Jogja dan Abuanto untuk menarik penumpang di Yogyakarta. Harry biasa mangkal di kawasan turis di Prawirotaman. Keduanya hanya membawa sedikit bekal terutama pakaian ganti dan kaos putih bergambar Jokowi. Atap penutup becak sengaja dilipat dan di jok penumpang terpasang kotak sumbangan yang berisi uang sumbangan masyarakat yang akan diberikan kepada Jokowi.
Saat akan memulai perjalanan keduanya dilepas oleh Wakil Walikota Yogyakarta, Imam Priyono serta ratusan relawan pendukung Jokowi di DIY. Mereka kemudian mengangkat tangan dengan membentuk V tanda dukungan pasangan capres-cawapres nomer 2. Saat dilepas, para relawan langsung meneriakkan "hidup Jokowi, hidup JK" berkali-kali.
"Ini dukungan riil dan nyata dari rakyat kecil seperti Mas Harry dan Mas Abuanto untuk Jokowi-JK untuk kesejahteraan rakyat Indonesia," ungkap Imam Priyono saat melepas keduanya dengan memecahkan air dalam kendi di depan kedua becak milik Harry dan Abuanto.
Sementara itu Blasius Haryadi atau Harry mengungkapkan dirinya bersama Abuanto memberikan dukungan seperti ini sebagai bentuk dukungan nyata kepada Jokowi-JK. Selama perjalanan yang dilalui, dirinya akan menyerap aspirasi dari masyarakat dan akan disampaikan langsung ke Jokowi saat tiba di Jakarta.
"Kami hanya punya tenaga dan semangat, bukan sumbangan duit ke rekening. Ini bentuk nyata diberikan kami," katanya.
Harry menambahkan dirinya dan keluarga secara pribadi juga mengucapkan terima kasih kepada Jokowi karena bisa menikmati Kartu Jakarta Pintar. Sebab salah satu anaknya dapat menikmati pendidikan gratis di SMA negeri di Jakarta.
Diperkirakan mereka akan menempuh perjalanan selama 20 hari dengan rute dari Kota Yogyakarta melewati Wates, Kulonprogo, Purworejo, Kebumen, Banyumas atau jalu selatan. Selanjutnya melewati Bumiayu, Slawi, Cirebon, Pemanukan dan jalur pantura menuju Jakarta.
"Kalau kami capek bisa beristirahat di mana saja terutama di posko-posko relawan Jokowi-JK," pungkas dia.
(bgs/try)











































