KPU sendiri menjanjikan debat bakal semakin menarik. Debat bertema 'Pembangunan Ekonomi dan Kesejahteraan Sosial' ini akan dimoderatori oleh Profesor Jurusan Ilmu Ekonomi dan Studi Pembangunan (IESP) Fakultas Ekonomi Universitas Brawijaya, Malang, Jawa Timur, Ahmad Erani Yustik.
Ketua KPU Husni Kamil Manik mengatakan ada sedikit perubahan porsi dalam debat capres yang akan digelar Minggu (15/6) mendatang.
"Secara umum akan ada porsi lebih banyak interaksi antara masing-masing calon. (Ini untuk) memberi peluang bagi masing-masing capres mengelaborasi pikiran-pikirannya secara individu dan mendiskusikannya hadap-hadapan dengan capres lain," tutur Husni kepada wartawan di Gedung Bawaslu, Jl MH Thamrin, Jakarta Pusat, Kamis (12/6/2014).
Apa yang membedakannya? "Tampilannya akan berbeda dengan yang kemarin. Berbeda porsinya. Moderator akan dikurangi (kesempatan) bertanya pada sesi terakhir. Setelah ada statement dari capresnya kemudian nanti langsung ada penutupan dari moderator," kata Husni.
Memang banyak pihak berharap debat capres bakal menarik. Presiden SBY pun punya harapan sendiri soal debat capres di akhir pekan nanti.
"Kepada Pak Prabowo atau Jokowi, bisa digali apa pemikiran-pemikiran beliau, apa policy, kebijakan-kebijakan beliau, solusi-solusi apa yang ditawarkan manakala salah satu di antaranya mendapat amanat. Dengan demikian rakyat bisa memilih dengan tepat," papar SBY di Istana Negara, Jakarta, Jumat (13/6/2014).
Kedua kubu pun telah bersiap-siap menghadapi debat putaran dua. Kubu Prabowo menegaskan jagoannya siap melibas Jokowi.
"Ya kita lihat saja nanti. Saya kira Pak Prabowo selama ini juga banyak berbicara masalah ekonomi, platform Gerindra juga banyak soal ekonomi kerakyatan," ujar sekretaris tim pemenangan Prabowo-Hatta, Fadli Zon di Rumah Polonia, Cipinang Cempedak, Jakarta Timur, Kamis (12/6/2014).
Siapa pemenang debat capres putaran dua yang menjadi head to head Prabowo vs Jokowi? Saksikan live streaming-nya di detikcom.
(van/try)











































