"Insya Allah, kita sangat optimistis menguasai debat lusa. Dalam enam program aksi kami didominasi soal ekonomi kerakyatan," tutur Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon saat dihubungi, Jumat (13/6/2014).
Ekonomi kerakyatan menjadi fokus perhatian Gerindra. Fadli menerangkan, memang pihaknya mengusung pengembalian ekonomi kerakyatan sesuai Pasal 33 UUD 1945.
"Itu sesuai platform Gerindra," tutur Fadli.
Pasal 33 ayat 1 menyebutkan perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasar atas asas kekeluargaan. Ayat 3 menyatakan cabang-cabang produksi yang penting bagi negara dan yang menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai oleh negara. Ayat 3 menyebutkan bumi, air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat.
Namun demikian, tak ada persiapan spesifik dari Prabowo untuk menghadapi debat nanti. Ini karena Prabowo, kata Fadli, sudah terbiasa berbicara mengenai masalah ekonomi kerakyatan.
"Belum ada (persiapan) yang spesifik, saya kira Pak Prabowo sudah terbiasa berbicara hal menyangkut masalah ekonomi kerakyatan," tuturnya.
Gerindra memang memiliki 6 program aksi yang 'dijual' selama kampanye Pileg. 6 Program Aksi Tranformasi Bangsa Partai Gerindra 2014-2019 tersebut adalah:
1. Membangun ekonomi yang kuat, berdaulat, adil dan makmur
2. Melaksanakan ekonomi kerakyatan
3. Membangun kedaulatan pangan dan energi serta pengamanan sumber daya air
4. Meningkatkan kualitas pembangunan manusia Indonesia, melalui program pendidikan, kesehatan, sosial dan budaya
5. Membangun infrastruktur dan menjaga kelestarian alam serta lingkungan hidup
6. Membangun pemerintahan yang bebas korupsi, kuat, tegas, dan efektif
(dnu/trq)











































