"Itu adalah kebohongan publik yang luar biasa dan orang-orang pengecut ada di situ. Yang dimaksud orang pengecut itu mau ngomong tidak mau tahu siapa dia," kata Jusuf Kalla di sela kunjungannya di Gorontalo, Jumat (13/6/2014).
JK yakin polisi dan Bawaslu bisa mengusut pembuat dan penyebar tabloid yang menyudutkan dirinya juga Jokowi itu. "Tangkap dong, karena bahaya kebohongan publik dalam masa begini," ujarnya merujuk pada polisi dan Bawaslu.
"Barang kecil saja polisi bisa tangkap apalagi barang besar yang ada cetaknya, ada barangnya, ada namanya, ada pengirimnya. Kalau polisi tidak bisa cari kelewatan itu," imbuh mantan Wapres itu.
"Barang kecil saja ilang ditanya polisi bisa ketemu, barang ratusan ribu eskemplar masa tidak ketemu dari mana asalnya," tambahnya lagi.
Sebelumnya, Tabloid Obor Rakyat yang menjadi media black campaing secara terang menyudutkan dan menyebar fitnah kepada Jokowi juga Jusuf Kalla. Tabloid dengan pengirim tanpa identitas itu tersebar di sejumlah daerah, terutama di Jawa.
(iqb/trq)











































