Orasi di Lombok, Hatta Janji Kerek Pendapatan Rakyat Hingga Rp 65 Juta/Tahun

Orasi di Lombok, Hatta Janji Kerek Pendapatan Rakyat Hingga Rp 65 Juta/Tahun

- detikNews
Jumat, 13 Jun 2014 11:21 WIB
Orasi di Lombok, Hatta Janji Kerek Pendapatan Rakyat Hingga Rp 65 Juta/Tahun
Lombok - Cawapres nomor urut 1 Hatta Rajasa menyebut salah satu misinya bersama Prabowo Subianto adalah mempercepat peningkatan kesejahteraan lahir batin penduduk Indonesia. Mantan Menko Perekonomian ini dengan yakin menjanjikan bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat hingga mencapai Rp 65 juta per tahun.

"Kita ingin, dengan pertumbuhan ekonomi yang kuat dan pengurangan kesenjangan nanti, maka pendapatan rakyat pada 2019 setidak-tidaknya di atas Rp 65 juta per tahun. Ini adalah pembangunan yang harus kita lancarkan," kata Hatta.

Hal ini disampaikannya ketika berkampanye di hadapan ribuan santri dan penduduk yang berkumpul di pesantren Nadhlatul Wathan di Kecamatan Pancor, Kabupaten Lombok Timur, NTB, Jumat (13/5/2014).

Dia juga sempat memuji apa yang sudah dicapai selama satu dekade kepemimpinan Presiden SBY. "Kita bersyukur bangsa Indonesia dikarunia negeri yang besar dan subur. Banyak kemajuan yang dicapai bangsa ini, terlebih pada 10 tahun terakhir Bapak SBY sudah membawa banyak kemajuan kepada negeri ini. Tapi apa yang sudah dicapai oleh Bapak SBY sekarang ini kita lipat duakan setidak-tidaknya pada 2019," katanya.

Selain soal kesejahteraan, Hatta juga menyampaikan visinya di bidang pendidikan. Poin yang dia sebut antara lain soal pembanguna SDM dan pendidikan wajib 12 tahun, termasuk soal kesetaraan pendidikan di pesantren dengan institusi formal.

"Insyaallah apabila rakyat memberikan mandat pada kami berdua, kami nanti membiayai pendidikan 12 tahun, itu harus dibiayai negara. Nggak boleh ada anak-anak kita yang nggak mampu nanti tidak sekolah. Dia harus berpendidikan. Negara kita harus kasih kesempatan kepada seluruh warga untuk pendidikan yang berkualitas. Insyaallah," katanya disambut riuh tepuk tangan.

"Jangan dibeda-bedakan pendidikan di pondok, pendidikan formal SD, SMP, dan SMA harus sama. Enggak ada cerita," kata dia. "Dalam filosofi kami, kami gak ingin hanya membangun manusiia yang cerdas tapi harus juga yang beriman. Sebab kalau hanya cerdas dia bsa membangun sekaligus menghancurkan apapun. Jadi sampai kapan pun pondok pesantren tetap diperlukan dan tetap relevan," ucapnya.

(ros/trq)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads