Jasad Marinus ditemukan di perempatan Jayanti, Timika pada Kamis 12 Juni 2014 sekitar pukul 18.45 WIT.
Kabid Humas Polda Papua Kombes Sulistyo Pudjo mengatakan berdasarkan keterangan saksi mata, Marinus diketahui baru menghadiri prosesi bakar batu di Jayanti. Ia dan rekannya menggunakan motor Shogun merah list hitam nopol DS 3940 MC. Marinus saat itu hendak pulang ke kediamannya di SP 1e Blok 2 Timika.
"Ketika di TKP keluar dari semak-semak beberapa masyarakat mencegat korban dan saksi dengan busur dan panah," ujar Pudjo dalam keterangan tertulisnya, Jumat (13/6/2014).
Saksi dan Marinus lari berpencar ketakutan. Namun, hanya rekan Marinus yang lolos dari kejaran kelompok warga tersebut. "Korban dianiaya dengan busur dan panah. Di tubuh korban terdapat 13 anak panah, luka bacok di punggung dan pantat," terang Pudjo.
Marinus ditemukan dengan posisi telungkup dan menggenakan kaos biru kehitaman dan celana pendek merah strip. "Setelah olah TKP, jenazah dibawa ke RS Mitra Masyarakat SP 5 Timika," kata Pudjo.
(ahy/aan)











































