Pendirian Partai Muhammadiyah Tergantung Kongres II PAN
Rabu, 22 Des 2004 16:37 WIB
Jakarta - Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM) secara resmi mengumumkan rencana membentuk Perhimpunan Amanat Muhammadiyah (PAM), embrio partai wong Muhammadiyah. Tapi apakah PAM nantinya jadi atau tidak berdiri sebagai parpol, masih menunggu Kongres II PAN di Semarang pada Februari depan."Kami akan mendeklarasikan PAM ini tanggal 10 Januari 2005 mendatang. PAM merupakan langkah awal bentukan parpol Muhammadiyah," kata Ketum Pemuda Muhammadiyah, Abdul Mu'thi dalam jumpa pers di Gedung Pusat Dakwah Muhmmadiyah, Jl Mentang Raya, Jakpus, Rabu (22/12/2004).Dalam kesempatan itu hadir 4 elemen AMM yaitu Ahmad Rofiq (ketum DPP Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah/IMM), Ahmad RAis (ketum PP Ikatan Remaja Muhammadiyah/IRM), dan Nurfitriani (formatur PP Nasyiatul Aisyiyah/NA).Mu'thi menjelaskan, PAM mempunyai 3 orientasi gerakan yaitu menghimpun kekuatan politik warga Muhammadiyah, mensinergikan dakwah dan politik kebangsaan Muhamamdiyah serta penyiapan kader Muhammadiyah dalam kepemimpinan nasional dan pemda."Kami tidak tergesa-gesa. Apakah PAM ini tetap sebagai perhimpunan saja atau berubah menjadi partai politik, tergantung tanggapan atau sambutan di daerah dan tergantung dari situasi-situasi politik nasional ke depannya termasuk Kongres II PAN di Semarang," urai Mu'thi.Rencananya, PAM akan menghimpun rekomendasi sebagai upaya pendirian parpol. "Kami tidak main-main. Kami tidak ingin menjerumuskan warga Muhammadiyah dalam politics bargain. Jika suara warga Muhammadiyah hendak didengar dalam peta politik nasional, maka harus ada sebuah parpol yang harus benar-benar mewakilinya," papar Mu'thi.Mu'thi membantah pembentukan partai Muhammadiyah sebagai bentuk kekecewaan dari gagalnya PAN mewakili suara massa ormas Islam kedua terbesar di Indonesia itu."Secara emosional Muhammadiyah memang mempunyai kaitan erat dengan parpol PAN. Tapi selama ini tidak ada hubungan rasional mutualistis antara Muhammadiyah dan PAN. Kami merasa perlu suara partai politik baru yang benar-benar menjadi pusat aspirasi warga Muhammadiyah," demikian Mu'thi.
(nrl/)











































