"Pernah saya ingat, waktu saya perang pertama, operasi pertama sebagai perwira muda. Waktu itu kapten di Timor-timur, saya punya sukarelawan-sukarelawan, di antaranya dua sukarelawan saya keturunan Tionghoa. Satu saya ketemu setelah sekian puluh tahun. Masih hidup, dia di Kupang sekarang. Namanya Roberto. Saya saksi, merasakan kehebatan Bhinneka Tunggal Ika," kata Prabowo di depan Perhimpunan Indonesia Tionghoa (INTI) di Hotel Pullman, Jalan Sudirman, Jakarta Pusat, Kamis (12/6/2014).
"Indonesia negara yang luar biasa karena kita punya banyak suku, ras, kelompok etnis, dan agama yang berbeda-beda. Jadi jangan pernah ragukan komitmen saya kepada Pancasila dan Bhinnekka Tunggal Ika. Jangan pernah ragukan komitmen saya untuk melindungi segenap tumpah darah Indonesia," sambung mantan Danjen Kopassus itu.
Mantan Panglima Komando Cadangan Strategi TNI Angkatan Darat itu juga menegaskan komitmennya untuk membela Indonesia. Dia bersumpah siap untuk pasang badan pada siapapun yang mengaku orang Indonesia.
"Bisa tanya di Gerindra, siapa yang mengaku orang Indonesia, yang hidup di Indonesia, yang bekerja di Indonesia, yang ingin berkarya di Indonesia, ingin membela Indonesia, adalah saudara saya. Jadi wajib saya melindunginya, membantunya, mempertahankan hak-haknya. Ini adalah sumpah saya kepada diri saya sendiri dan kepada Tuhan," tegas Prabowo.
(dha/mpr)










































