"Saya kira seperti biasa daerah-daerah yang geografisnya sangat sulit dan jauh-jauh. Kami menggunakan panitia pemungutan suara di tingkat kota dan kecamatan. Jadi itu jadi hambatan," terang Hadar saat ditemui detikcom sebelum dimulainya rapat pleno tertutup dengan perwakilan dari 33 KPU Provinsi di Hotel Aryaduta, Tugu Tani, Jakarta Pusat, Kamis (12/6/2014) malam.
Di samping kondisi geografis, Hadar juga menyebutkan waktu jelang Pilpres yang sangat singkat membuat proses pengecekan DPT di tingkat bawah menjadi kurang optimal. Selain itu, menurut pria berkacamata ini juga respon dari perwakilan parpol di daerah yang rendah semakin menambah hambatan.
"Kemudian waktu untuk masyarakat mengeceknya tidak sepanjang Pileg lalu dan cuma sekali, kalau dulu 2 kali. Terakhir, di dalam Pilpres pesertanya capres dan cawapres ada 2 pasangan. Perwakilan mereka belum begitu aktif untuk merespon ini. Berbeda dengan dulu (masa Pileg) yang waktunya panjang untuk mengecek (DPT) ini. Di tingkat daerah tim pasangan calon belum banyak yang terbentuk jadi pas kami rapat kehadiran mereka minim," lanjutnya.
Rencananya KPU mengumumkan jumlah resmi DPT esok hari setelah diperbarui melalui rapat pleno tertutup dengan 33 KPU Provinsi. Selanjutnya, KPU akan mencetak nama-nama yang tertera dalam DPT untuk disebarkan sampai ke tingkat bawah.
"Setelah (penetapan resmi jumlah) DPT besok kita tunggu berapa hari kemudian dicetak. Salinan nanti akan ditempel di TPS untuk mengecek sudah terdaftar atau belum. Petugas TPPS juga akan dapat salinan ini untuk jadi patokan identifikasi siapa yang berhak dan tidak dari DPT ini. Yang mencetak nanti kabupaten kota masing-masing jadi biar sesuai dengan jumlah TPS masing-masing," pungkas Hadar.
(aws/mpr)










































