"Totally kita kan punya Rp 15 triliun, untuk pileg sudah (dipakai) Rp 8 triliun sekian. Kemudian untuk putaran pertama pilpres Rp 4 triliun kalau enggak salah. Kemudian yang kedua Rp 3, 9 triliun. Ya kami kan sudah siap. Wong semua sudah dirancang sampai dengan putaran kedua kok," kata Komisioner KPU, Arief Budiman di Pisa Kafe Menteng, Jl Gereja Theresia, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis, (12/6/2014).
Ia memperkirakan anggaran Rp 4 triliun yang disiapkan untuk pemilu 9 Juli nanti akan bisa dihemat banyak. "Belum lagi nanti kalau enggak ada putaran kedua," sambungnya.
Saat ini anggaran untuk putaran kedua pilpres itu masih di kas negara. Bila pemilu akhirnya harus dilaksanakan 2 putaran, barulah dana pelaksanaan pilpres tersebut bisa dicairkan.
"Kalau misal enggak ada putaran kedua, ya anggaran itu masih stand by di sana," ujarnya.
Ia menyatakan pelaksaan pilpres 2 putaran sudah diatur dalam undang-undang. Semua tergantung hasil pilpres 9 Juli nanti, apakah putaran kedua akan dilaksanakan atau tidak.
Jika digelar, putaran kedua akan berlangsung di 9 September 2014. Ia menyebutkan tak ada lagi debat dan kampanye pasangan capres dan cawapres.
"KPU sudah siap dengan dua kali kok. Kami sudah menyusun putaran pertama dan kedua dan itu akan berakhir sebelum tanggal 20 Oktober," terangnya.
(bil/rmd)











































