Anggota Dewan Pakar Tim Pemenangan Prabowo-Hatta, Hidayat Nur Wahid mengatakan ada kemungkinan upaya black Campaign ini dilakukan pihak ketiga. Namun, dia enggan berspekulasi kalau kampanye hitam itu dilakukan pihak kubu lawan.
"Ya, ini bagian dari kampanye yang semakin aneh-aneh aja ya. Kayak gitu kan bisa saja dibuat. Siapa saja bisa. Intinya itu kan memberikan negatif Prabowo. Memang tidak harus dari pihak tim kampanye pihak lain. Bisa dari pihak ketiga yang sengaja bikin ngaco, panas. Tapi, anggap saja harus bertangung jawab soal ini," ujar Hidayat saat dihubungi detikcom, Kamis (12/6/2014).
Hidayat, yang juga mantan Presiden PKS itu menambahkan pihak terkait seperti Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) serta Kepolisian seharusnya aktif untuk mengusut peredaran uang dengan cap Prabowo ini. Selain mempengaruhi citra negatif Prabowo, komitmen Bawaslu dan kepolisian diperlukan untuk menjaga marwah Pemilu yang terintegritas.
"Merugikan iya. Ini harus segera diproses Polisi, Bawaslu, diproses secara hukum, ini perlu diusut karena jelas menciderai komitmen Bawaslu, Polisi dan KPU," kata Ketua Fraksi PKS itu.
Kampanye Pemilu Presiden kali ini semakin memanas dengan adanya beberapa praktik black campaign. Setelah muncul surat rekomendasi pemecatan Prabowo oleh Dewan Kehormatan Perwira pada 1998 silam, kali ini muncul peredaran uang kertas dengan cap stempel Prabowo.
(hat/brn)











































