"Dimaafkan. Prabowo itu ksatria bos. Enggak akan dendam ini itu," kata Fahri di Gedung DPR, Senayan, Kamis (12/04/2014).
Fahri, yang juga anggota Juru Debat Tim Pemenangan Prabowo-Hatta ini menambahkan sejumlah purnawirawan TNI itu dinilai tidak pantas membawa persoalan pribadi masa lalu di saat Pemilu Presiden. Dia pun menyindir salah satu purnawirawan jenderal yang tergabung ke tim Joko Widodo-Jusuf Kalla, Subagyo HS.
"Subagyo HS itu kan pengurus Hanura, iya kan. Tidak layak mereka itu menggunakan persoalan pribadi diri mereka di masa lalu untuk bertengkar karena semua mekanisme dalam Pilpres itu ada sistemnya," sebut Anggota Komisi III DPR itu.
Lagipula, menurut Fahri persoalan yang diungkit-ungkit kubu lawan tidak bisa dijadikan alasan kuat untuk menyerang Prabowo Subianto. Pasalnya, sejak 2009 Prabowo sudah berpartisipasi dalam Pilpres serta lolos menjadi calon wakil presiden.
Begitupun di Pilpres tahun ini, mantan Pangkostrad itu juga lolos sebagai calon presiden. Selain itu, Prabowo juga mengakui kesalahan dan sudah menerima hukumannya yaitu diberhentikan secara terhormat.
"Kan Prabowo itu sudah pernah lolos sebagai cawapres di masa sebelumnya. Dia juga sudah diberhentikan secara hormat. Dan masih dikasih uang pensiun. Berarti enggak ada kesalahan dong. Kenapa ini benar-benar dibawa dan nongol lagi," ujarnya dengan nada geram.
Dewan Kehormatan Perwira pada 1998 silam terdiri dari yaitu Ketua Jenderal Subagyo HS, Wakil Ketua Jenderal Fachrul Razi, Sekretaris Letjen Djamari Chaniago. Adapun anggotanya Letnan Jenderal Susilo Bambang Yudhoyono, Letjen Ari J Kumaat, Letjen Yusuf Kartanegara, dan Letjen Agum Gumelar.
Sementara, saat ini purnawirawan di DKP yang resmi bergabung ke kubu Jokowi-JK adalah Jenderal (Purn) Subagyo HS, Jenderal (Purn) Fachrul Razi.
(hat/brn)











































