Kanit Reskrim Polsek Gayungan, AKP Sukoco mengatakan, pihaknya masih belum bisa memastikan tapi menduga kuat kejadian pecah kaca murni kriminal.
"Dugaan sementara murni kriminal karena pelaku pecah kaca itu untung untungan. Karena saat mecah kaca tidak ada barang ya ditinggal begitu saja," katanya saat dihubungi detikcom, Kamis (12/6/2014).
Sukoco menambahkan, pihaknya saat melakukan olah TKP sama sekali tidak menemukan bukti kuat aksi teror. "Di TKP juga minim saksi serta tidak ada barang yang hilang," imbuhnya.
Tidak adanya barang yang hilang juga diungkapkan anak korban, Widy Sukiadi yang mengaku saat kejadian memang tidak ada barang berharga disalamnya.
"Ya memang tidak ada barang berharga. Yang ada hanya tas berisi topi bergambar Jokowi," ujarnya.
Anak kedua Cuk Sukiadi menambahkan, kejadian yang dialami ayah dan mobilnya tidak hanya sekali. Ia menceritakan, mobil Kijang Krista yang dibawa ayahnya juga pernah menjadi korban ban dikempesi saat ramainya Lumpur Lapindo.
(bdh/ndr)











































