"Program utama yang akan kita lakukan adalah bagaimana memperbaiki sebuah sekolah, baik pendidiknya, peserta didiknya dan substansi pendidikannya. Kurikulum (baru) sudah kita mulai," kata Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan bidang Pendidikan, Musliar Kasim, dalam acara 'Seminar Visi Pendidikan 2014-2019' di Hotel Mulia, Senayan, Jakarta, Kamis (12/6/2014).
Menurut Musliar, kurikulum yang dimiliki saat ini harus diperbaiki karena dianggap masih kurang, terutama dalam hal keterampilan. Kebanyakan anak-anak yang tamat sekolah menengah hanya punya kompetensi pengetahuan, tetapi tidak punya kompetensi keterampilan.
Selain kompetensi keterampilan, kompetensi sikap juga menjadi hal penting yang harus dimasukkan ke dalam kurikulum.
"Anak harus punya keberanian. Misalnya, anak berani maju memperkenalkan diri di depan," tambah Musliar.
Pembaharuan kurikulum tidak hanya dalam materinya saja, tetapi juga prosesnya. Kurikulum merupakan sebuah proses pembelajaran. Standar proses pembelajaran yang diajarkan dalam Kurikulum 2013 diharapkan dapat mendorong seorang anak untuk aktif, baik dalam mengamati, bertanya, mengumpulkan informasi dan presentasi.
"Penilaiannya nanti juga berubah. Di bagian keterampilan, akan ada deskripsinya. Misalnya, anaknya sudah bisa apa saja," jelas Musliar.
(nwk/nwk)











































