"Apa itu revolusi mental? Memberikan pendidikan yang lebih baik, semangat untuk maju. Saya bilang ke Gubernur (Sulbar), Anda sebagai gubernur harus tahu aspirasi rakyatnya. Jadi gubernur harus hadir bersama kita," kata JK di Mamuju, Sulbar, Kamis (12/6/2014).
Hadir dalam kesempatan itu sekitar seribuan pendukung Jokowi-JK. Tampak juga pemda setempat dan Gubernur Sulbar yang terpilih diusung Golkar Anwar Adnan Saleh.
Menurut JK, kehadiran Gubernur Anwar di kampanyenya sebagai pribadi hanya untuk mendengar aspirasi rakyat, bukan berkampanye meski dia ketua Golkar di Sulbar.
"Kalau ada calon lain datang, gubernur hadir juga mendengar aspirasi rakyat. Bagaimana gubernur bisa bertindak baik kalau tidak mendengar rakyat? Gubernur dipilih rakyat bukan atasan," ujarnya masih soal revolusi mental.
JK lalu menjelaskan, setiap bangsa yang ingin maju perlu dua hal, yaitu program yang baik dan pemimpin baik yang menjalankan program tersebut.
"Daerah tidak maju kalau tidak ada gubernur, bupati, walikota yang baik. Negara perlu pemimpin yang baik, yang jujur, amanah, mengerti bangsa ke depan. Itulah kita datang dan yang kita tuju bulan ini," ucap mantan Wapres itu.
JK kembali menyinggung soal debat capres cawapres lalu, yang menurut JK menunjukkan karakter dan visi calon presiden dan calon wakil presiden.
"Tentu pemimpin dapat dilihat dari caranya. Siapa lihat debat lalu? Tentu lihat pemimpin yang paham negaranya dan yang marah-marah melihat negaranya. Nomor berapa?," tanya JK.
"Dua..!!!" Teriak pendukung.
"Itu yang paham, tidak perlu marah. Jadi itu yang kita harapkan suatu bangsa ke depan pemimpin yang mengerti bangsanya, yang jujur dapat dipercaya. Karena itu bagaimana kita jalankan amanah di samping kita mengerti bangsanya," tegas JK disambut tepuk tangan.
(bal/rmd)











































