"Isu yang selalu saya tanyakan, isu tunjangan sertifikasi guru, sederhana tapi meresahkan. Nanti kalau Jokowi jadi presiden, itu akan dihapus. Percaya nggak? Kok dihapus, kalau ditambah ya mungkin. Yang percaya kebangetan, logika nggak masuk," kata Jokowi di Pondok Pesantren Bustanul Ulum, Tasikmalaya, Jawa Barat, Kamis (12/6/2014).
Banyak yang bingung cari kesalahan saya saat jadi walikota Solo dan gubernur Jakarta. Kalau nggak ketemu, ya fitnah, yang cepat SARA," tambahnya.
Kemudian Jokowi menanggapi isu SARA yang menerpa dirinya. Seperti huruf H di depan namanya, Jokowi mengaku tak mau menanggapi isu SARA tersebut namun ia merasa harus berbicara.
"H di depan nama saya katanya Herbetus, saya sebenarnya tidak ingin menjawab tapi masih banyak yang meragukan. Ya sudah berikan saja gambarnya, (foto Jokowi saat menunaikan ibadah haji). Kalau sudah digambar ya sudah," kata Jokowi.
"Yang buat fitnah diulang-ulang nggak kreatif. Bapak saya katanya dari Singapura, padahal bapak saya lahir di Gondang Rejo, ibu Boyolali, bukan di kotanya, wajahnya juga ndeso. Masa wajah begini kpk Singapura. Memang di Solo ada daerah Singopuran, mungkin maksudnya itu," tambah suami dari Iriana itu.
Jokowi kemudian mencatat ada 23 isu kampanye hitam yang menerpa dirinya. Mulai dari isu mengenai kehidupan pribadinya hingga soal visi misinya. Namun lagi-lagi, Jokowi membantah itu semua.
"Ada yang bagian mencatat isu, ada 23 isu. Raskin dihapus, kalau ditambah Insya Allah mungkin, itu dibutuhkan rakyat," kata Jokowi.
(vid/van)











































