Pelebaran Jalan Raya Joglo yang dikerjakan mulai dari Tempat Pemakaman Umum (TPU) Joglo hingga sekitar depan perumahan PT. Copylass baru dilakukan pelebaran di bidang-bidang tanah tertentu. Meski begitu masih terdapat sejumlah utilitas tiang listrik, pepohonan dan sebagainya.
Berdasarkan pantauan detikcom ketika melewati jalan tersebut, kemacetan panjang selalu terjadi hingga 1 kilometer karena hanya 1 jalur yang digunakan. Padahal jika pelebaran jalan tersebut selesai, jalan tersebut akan bisa dilewati 3 jalur.
Warga Ciledug, Roni yang setiap harinya melintas jalan tersebut mengatakan proyek pelebaran jalan raya Joglo seperti proyek akal-akalan pemerintah untuk menghabiskan anggaran. Sebab, hampir lima tahun dirinya melintas, proyek pelebaran jalan tak kunjung tuntas. Bahkan di bagian jalan yang sudah dilebarkan masih terdapat tiang listrik dan pepohonan.
"Kalau jam sibuk pergi dan pulang kerja, arus lalu lintas di wilayah Joglo sangat parah. Kalau motor masih bisa menyalip melalui jalan yang sudah dilebarkan," kata Roni di lokasi, Kamis (12/6/2014).
Bima menuturkan, dirinya berharap pelebaran jalan cepat selesai. "Jalan yang sudah dilebarkan itu malah menjadi lahan parkir para pemilik usaha disana. Kalau terus didamkan, peruntukan jalan lebar akan menjadi tempat parkir," tutupnya.
Warga setempat, Doni mengungkapkan, sebelum dilebarkan, jalan Joglo Raya selalu dilanda kemacetan karena akses jalan yang sempit sementara volume kendaraan yang melintas sangat tinggi. Namun, dia menyayangkan proyek pelebaran jalan yang sudah hampir lima tahun berjalan tak kunjung rampung.
"Warga sangat mendukung pelebaran jalan ini, karena selama ini selalu macet. Aktifitas warga juga terganggu karena untuk pergi jarak dekat saja ikut kena macet. Kami berharap agar pemerintah tidak lupa dengan pelebaran jalan mengingat proyek pelebaran jalan tersebut sudah tidak dilakukan sejak Oktober 2013 lalu," imbuh Doni.
(spt/rna)










































