Putri kedua pasangan Mugiyono dan Sujamah selalu mendapat IPK cumlaude selama menimba ilmu di Jurusan Pendidikan Akuntansi Fakultas Ekonomi (FE) Unnes. Raeni mengaku dengan mengatur waktu belajarnya bahkan ketika jeda pergantian jam mata kuliah.
"Kadang kalau ada materi yang belum dimengerti saya menghubungi dosen saat jeda jam kuliah. Jadi nantinya tidak hanya mendapat nilai saja tapi benar-benar mengerti," kata Raeni kepada detikcom saat ditemui di kosnya, Jalan Kalimasada nomor 24, Semarang, Rabu (11/6/2014).
Meski belajar dan mengerjakan tugas menjadi prioritas saat kuliah, ia tetap menjaga komunikasinya dengan teman-teman. "Kalau jeda kuliah saya juga interaksi dengan teman, update info juga," imbuhnya.
Penerima beasiswa bidikmisi itu tidak hanya disiplin dalam hal akademik. Di kehidupan sehari-harinya di kos, Raeni tetap dikenal sebagai sosok disiplin oleh penghuni dan ibu kos.
Dara kelahiran 13 Januari 1993 itu juga tidak pernah merepotkan orang tuanya, bahkan ia sering menyisihkan uang beasiswa dan uang menang lomba untuk diberikan kepada orang tuanya ketika pulang ke Kendal. Selain itu, sejak semester tiga kuliah, Raeni sudah berusaha mencari penghasilan tambahan dengan memberikan les private kepada murid SMA.
"Awalnya satu murid, terus jadi enam murid, dan Alhamdulillah semuanya lulus ujian," tandas Raeni.
Raeni menegaskan sifat yang ada di dalam dirinya itu merupakan bentukan dari cara mendidik orang tuanya. Sejak kecil ia dibiasakan disiplin, mengakui kesalahan, dan hidup sederhana.
"Bapak orangnya tegas, ketika saya salah ya harus mengaku salah. Bapak selalu mengarahkan supaya hidup sederhana," ujarnya.
Setelah lulus ini, Raeni bercita-cita melanjutkan kuliah di luar negeri terutama Inggris. Berkat prestasinya, sejumlah tawaran mulai mengalir untuk memberikan beasiswa kepada Raeni agar bisa kuliah di luar negeri.
"Kenapa di Inggris? Karena dosen saya ada yang kuliah di sana. Saya asisten dosen, kami cerita-cerita dan berawal dari mimpi itulah semoga terwujud," katanya.
Bahkan ketika sedang berbincang dengan detikcom, ada telepon dari pihak yang menawarkan beasiswa ke Inggris lewat telepon seluler Kepala Humas Unnes, Sucipto Hadi Purnomo yang juga sedang berkunjung ke kos Raeni.
Sucipto mengatakan, tawaran beasiswa dan pekerjaan dari perusahaan-perusahaan terus mengalir. Selain itu pihak Unnes juga ingin mendorong Raeni menjadi tenaga pengajar atau dosen di Unnes.
"Unnes akan berupaya mendorong menjadi dosen Unnes, kita upayakan, tapi tergantung pilihannya dia sendiri," kata Sucipto.
(alg/ndr)











































