5 Sempritan Nyaring Ahok Bersihkan PKL Monas

5 Sempritan Nyaring Ahok Bersihkan PKL Monas

- detikNews
Kamis, 12 Jun 2014 08:13 WIB
5 Sempritan Nyaring Ahok Bersihkan PKL Monas
Jakarta - Monas seharusnya steril dari pedagang kaki lima (PKL). Tetapi aturan itu selalu ditabrak PKL yang justru kini semakin menjamur. Ada 5 cara Plt Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mengejar PKL, seperti 4 aksi ini:

PKL tidak jera menggelar lapak di Monas. Padahal, Peraturan Daerah DKI Jakarta Nomor 8 Tahun 2007 tentang Ketertiban Umum, jelas-jelas menyebutkan PKL tidak diizinkan berjualan di Monas. Razia maupun ancaman denda Rp 20 juta bagi pengunjung yang belanja di PKL Monas juga bagaikan tidak bergigi.

Ahok naik pitam melihat kondisi ini. Ia semakin geram saat tahu ada oknum Satpol PP bermain mata dengan PKL. Suami Veronika Tan ini terus memutar otak mencari berbagai terobosan untuk membersihkan PKL dari Monas, mulai dari cara koboi, memecat oknum anak buah yang bermain hingga melakukan razia ala film God Father.

Razia Ala Film God Father

Ahok memutar otak untuk mencari sanksi yang bisa bikin jera PKL di Monas. "Saya lagi rumuskan. Yang jelas saya anggap ini sudah out of the rule. Ini kayak zaman koboi aja, kayak film-film God Father, Chicago. Kita bentuk pasukan penjambret gitu loh, yang penting jangan berlaku anarkis saja," kata Ahok di Balai Kota, Jakpus, Rabu (11/6/2014).

Ahok menyatakan dia sudah mengantongi bukti PKL yang membandel dan oknum Satpol PP yang ikut bermain memasukkan mereka ke Monas.

"Saya punya bukti Anda melanggar! Berarti anda pantes, bukan dirampok, tapi barang anda diambil, ditaruh di Cakung," katanya.

Politisi Gerindra ini ingin agar razia tidak dilakukan dengan mobil besar sebab jika pakai mobil besar dan anggota yang banyak, informasinya cenderung mudah bocor dan PKL punya waktu untuk kabur.

"Skenarionya kayak Animal Planet deh, kalau macan mau tangkep rusa, itu nggak pernah nyerbu rusa yang sekelompok gede tapi mengintai yang lagi di pinggir. Kami mau kayak gitu saja deh. Patrolinya mobil kecil saja, ada Hansip, Satpol PP. Begitu kamu jualan, ya kita jarah deh, kami teror anda saja. Selama ini konsep operasinya salah," jelas Ahok.

Soal sanksi tindak pidana ringan (tipiring) yang rendah, Ahok bilang susah untuk mempengaruhi putusan hakim. Dia mengaku sudah pernah berdialog dengan hakim, meminta dendanya dibuat maksimal, tapi kasus tipiring PKL tersebut hanya diputus denda Rp 75 ribu.

"Sekarang hukumnya gimana kalau hakimnya cuma putusin Rp 100 ribu bukan Rp 20 juta? Nah kita lagi berpikir nih, kalo kamu jual 12 teh botol, tiap botol dikenain tipiring 1 lembar saja sudah, jadi seolah-olah ada 12 kasus. Jadi walau hakim putusin 1 kasus Rp 100 ribu, ya Rp 1,2 juta juga dendanya. Tapi ini belum tentu hakim setuju," ujar dia.


Razia Ala Film God Father

Ahok memutar otak untuk mencari sanksi yang bisa bikin jera PKL di Monas. "Saya lagi rumuskan. Yang jelas saya anggap ini sudah out of the rule. Ini kayak zaman koboi aja, kayak film-film God Father, Chicago. Kita bentuk pasukan penjambret gitu loh, yang penting jangan berlaku anarkis saja," kata Ahok di Balai Kota, Jakpus, Rabu (11/6/2014).

Ahok menyatakan dia sudah mengantongi bukti PKL yang membandel dan oknum Satpol PP yang ikut bermain memasukkan mereka ke Monas.

"Saya punya bukti Anda melanggar! Berarti anda pantes, bukan dirampok, tapi barang anda diambil, ditaruh di Cakung," katanya.

Politisi Gerindra ini ingin agar razia tidak dilakukan dengan mobil besar sebab jika pakai mobil besar dan anggota yang banyak, informasinya cenderung mudah bocor dan PKL punya waktu untuk kabur.

"Skenarionya kayak Animal Planet deh, kalau macan mau tangkep rusa, itu nggak pernah nyerbu rusa yang sekelompok gede tapi mengintai yang lagi di pinggir. Kami mau kayak gitu saja deh. Patrolinya mobil kecil saja, ada Hansip, Satpol PP. Begitu kamu jualan, ya kita jarah deh, kami teror anda saja. Selama ini konsep operasinya salah," jelas Ahok.

Soal sanksi tindak pidana ringan (tipiring) yang rendah, Ahok bilang susah untuk mempengaruhi putusan hakim. Dia mengaku sudah pernah berdialog dengan hakim, meminta dendanya dibuat maksimal, tapi kasus tipiring PKL tersebut hanya diputus denda Rp 75 ribu.

"Sekarang hukumnya gimana kalau hakimnya cuma putusin Rp 100 ribu bukan Rp 20 juta? Nah kita lagi berpikir nih, kalo kamu jual 12 teh botol, tiap botol dikenain tipiring 1 lembar saja sudah, jadi seolah-olah ada 12 kasus. Jadi walau hakim putusin 1 kasus Rp 100 ribu, ya Rp 1,2 juta juga dendanya. Tapi ini belum tentu hakim setuju," ujar dia.


Ruang Bawah Tanah untuk PKL

Khusus untuk taman Monas, Ahok ingin ada pengecualian. Lokasi tersebut masih diharamkan jadi arena jualan para PKL. Seluruh pedagang yang selama ini ada di sana, kata Ahok, akan ditaruh di ruang bawah tanah Monas.

"Tahun ini kami akan selesai bikin desain ruang bawah tanah Monas sehingga PKL-PKL yang sudah terseleksi lewat acara seperti ini nanti bisa jualan di sana. Tapi di atas (taman) tetap enggak boleh. Ini solusinya," kata Ahok ketika membuka acara Pekan Rakyat Jakarta (PRJ) di lapangan silang Monas, Jakarta Pusat, Selasa (10/6/2014).

Selain di Monas, Ahok mengatakan PKL boleh berjualan di trotoar dan taman-taman sekitar Jakarta asalkan membayar sewa resmi dan akan diseleksi ketat.

Ruang Bawah Tanah untuk PKL

Khusus untuk taman Monas, Ahok ingin ada pengecualian. Lokasi tersebut masih diharamkan jadi arena jualan para PKL. Seluruh pedagang yang selama ini ada di sana, kata Ahok, akan ditaruh di ruang bawah tanah Monas.

"Tahun ini kami akan selesai bikin desain ruang bawah tanah Monas sehingga PKL-PKL yang sudah terseleksi lewat acara seperti ini nanti bisa jualan di sana. Tapi di atas (taman) tetap enggak boleh. Ini solusinya," kata Ahok ketika membuka acara Pekan Rakyat Jakarta (PRJ) di lapangan silang Monas, Jakarta Pusat, Selasa (10/6/2014).

Selain di Monas, Ahok mengatakan PKL boleh berjualan di trotoar dan taman-taman sekitar Jakarta asalkan membayar sewa resmi dan akan diseleksi ketat.

Pecat Satpol PP yang 'Main Mata'

Ahok menyebut PKL bandel tersebut didukung oleh adanya oknum Satpol PP yang diduga ikut bermain. Dengan geram, dia menyebut oknum tersebut sudah berbuat kurang ajar dan dia akan menindak tegas.

"Saya punya laporan resmi dari intel polisi. Saya sudah tahu siapa yang parkir, truk siapa yang punya, dan bahkan nomornya, saya tahu semuanya. Ada Satpol PP juga yang punya motor-motor yang disewain. Kurang ajar sekali ini!” kata Ahok dengan suara meninggi.

Hal ini dikatakannya saat membuka Pekan Rakyat Jakarta di Lapangan Silang Monas, Jakpus, Selasa (10/6/20154). Maraknya pedagang kaki limaΒ  yang berjualan makanan dan pernak-pernik serta penyewaan mainan anak anak membuat suasana Monas makin semrawut.

Pecat Satpol PP yang 'Main Mata'

Ahok menyebut PKL bandel tersebut didukung oleh adanya oknum Satpol PP yang diduga ikut bermain. Dengan geram, dia menyebut oknum tersebut sudah berbuat kurang ajar dan dia akan menindak tegas.

"Saya punya laporan resmi dari intel polisi. Saya sudah tahu siapa yang parkir, truk siapa yang punya, dan bahkan nomornya, saya tahu semuanya. Ada Satpol PP juga yang punya motor-motor yang disewain. Kurang ajar sekali ini!” kata Ahok dengan suara meninggi.

Hal ini dikatakannya saat membuka Pekan Rakyat Jakarta di Lapangan Silang Monas, Jakpus, Selasa (10/6/20154). Maraknya pedagang kaki limaΒ  yang berjualan makanan dan pernak-pernik serta penyewaan mainan anak anak membuat suasana Monas makin semrawut.

Ganti kepala UKP Monas

Ahok berujar, dia akan memecat satpam yang ditengarai ikut bermain, bahkan mengganti kepala UP Taman Monas yang dinilai tidak bekerja dengan baik.

"Saya akan pecatin itu satpam yang suka masukin motor dan mobil, setiap malam masukin dan mereka dapat sewa Rp 3.000-Rp 5.000 serta sewain cas mobil-mobilan Rp 15 ribu. Gawat ini. Kepala UP Taman Monas juga perlu diganti. Ini masalah ini," kata dia dengan berapi-api.

Ganti kepala UKP Monas

Ahok berujar, dia akan memecat satpam yang ditengarai ikut bermain, bahkan mengganti kepala UP Taman Monas yang dinilai tidak bekerja dengan baik.

"Saya akan pecatin itu satpam yang suka masukin motor dan mobil, setiap malam masukin dan mereka dapat sewa Rp 3.000-Rp 5.000 serta sewain cas mobil-mobilan Rp 15 ribu. Gawat ini. Kepala UP Taman Monas juga perlu diganti. Ini masalah ini," kata dia dengan berapi-api.

Kirim Truk Angkut PKL

Ahok geram dan segera menerapkan cara-cara koboi menertibkan PKL Monas. Ia memaklumi para pedagang yang tengah mencari rezeki demi sesuap nasi itu. Namun, kata Ahok, ulah PKL yang telah merusak Taman Monas.

"Iya kita tahu mereka cari nafkah tapi jangan ngerusak gitu dong," kata Ahok usai menyerahkan piala kepada juara Jakarta International 10K di Monas, Jakarta, Minggu (8/6/2014).

Mantan Bupati Belitung Timur ini tidak akan menoleransi tindakan PKL ini. "Ini ngerusak Monas, kalian cara koboi, kita cara koboi juga mengatasi PKL ini. Kami datang bawa truk ngangkutin saja semua itu nanti," ujar Ahok yang bergegas meninggalkan lokasi.

Kirim Truk Angkut PKL

Ahok geram dan segera menerapkan cara-cara koboi menertibkan PKL Monas. Ia memaklumi para pedagang yang tengah mencari rezeki demi sesuap nasi itu. Namun, kata Ahok, ulah PKL yang telah merusak Taman Monas.

"Iya kita tahu mereka cari nafkah tapi jangan ngerusak gitu dong," kata Ahok usai menyerahkan piala kepada juara Jakarta International 10K di Monas, Jakarta, Minggu (8/6/2014).

Mantan Bupati Belitung Timur ini tidak akan menoleransi tindakan PKL ini. "Ini ngerusak Monas, kalian cara koboi, kita cara koboi juga mengatasi PKL ini. Kami datang bawa truk ngangkutin saja semua itu nanti," ujar Ahok yang bergegas meninggalkan lokasi.
Halaman 2 dari 12
(aan/fjr)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads