Hal ini diungkapkan Fadli saat ditanya adanya logo Partai Demokrat di kampanye terbuka Prabowo di Medan, hari ini.
"Iya secara de facto kan sudah mendukung koalisi Merah Putih. Tapi memang secara de jure enggak karena enggak ikut mengusung pasangan capres ini di KPU. Saya sangat yakin 100 persen Demokrat secara de facto kadernya, caleg-caleg, anggota DPR terpilih dan incumbent itu mendukung koalisi merah putih," kata Fadli di Rumah Polonia, Cipinang Cempedak, Jakarta Timur, Rabu (11/06/2014).
Fadli yang juga Sekretaris Tim Pemenangan Prabowo-Hatta ini menyebutkan dukungan Partai Demokrat sebenarnya sudah ada sejak penyampaian visi misi Prabowo Subianto di depan kader Partai Demokrat di Hotel Sahid, Ahad (1/6), lalu. Menurut dia, sejak saat itu diakuinya ada persamaan antara Partai Demokrat dengan Koalisi Merah Putih. Dengan status sebagai pemenang Pemilu Legislatif nomor empat, Partai Demokrat punya suara potensial di atas 10 persen.
"Sejak itu mungkin sudah ada kesamaan. Kami kan ingin mendapat dukungan dari mana saja. Dan saya kira Partai Demokrat biar bagaimanapun adalah pemenang pemilu ke 4. Dengan suara diatas 10 persen," sebutnya.
Fadli menambahkan dengan kehadiran Partai Demokrat di Koalisi Merah Putih juga tidak menjadi masalah kalau menang di Pemilu Presiden. Meski koalisi 'gemuk', dia yakin tetap berjalan efektif. Fadli pun menyindir koalisi kubu lawan yang juga gemuk namun sering mengklaim ramping.
"Justru kita senang seperti dari awal saya katakan sejak 9 April kalau kita ingin koalisi tenda besar. Ya kita cukup besar. Di sana kan juga cukup besar ada lima partai disana. Kalau 1 partai itu ramping, kalau lima partai bukan ramping namanya. Sama saja," katanya.
(hat/fjr)











































