Kepala UPT Monas Pasrah Jika Harus Dipecat Ahok Gara-gara PKL

Kepala UPT Monas Pasrah Jika Harus Dipecat Ahok Gara-gara PKL

- detikNews
Rabu, 11 Jun 2014 19:28 WIB
Kepala UPT Monas Pasrah Jika Harus Dipecat Ahok Gara-gara PKL
Jakarta - Kepala Unit Pelayanan Taman (UPT) Monas Firdaus Rasyid pasrah jika dirinya bakal dipecat oleh Plt Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) terkait PKL. Menurut Firdaus, masalah PKL di Monas selama ini sangat kompleks.

“Ada 1.500 PKL dan 55 orang personel. Kalau 1 hektar disuruh jaga 1 orang, artinya butuh 80 personel kan untuk 80 hektar Monas. Untuk 1 hektar idealnya 5 sampai 6 orang yang jaga,” kata Firdaus di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Rabu (11/6/2014).

Di balik nekatnya para PKL di Monas yang membandel meski selalu ada razia petugas, beredar informasi adanya beking dari oknum anggota penegak hukum. Tetapi ketika dikonfirmasi soal beking ke PKL itu, Firdaus yang baru dua bulan menjadi kepala UP Taman Monas, tak mau blak-blakan.

“No komen,” kata dia singkat.

Dia juga menyangkal adanya oknum dari internal UP yang terlibat dan bermain dengan menerima suap dari para pedagang. “Enggak ada yang terlibat. Karena saya cek semua anak buah saya, saya selalu menanamkan SOP-nya yang jelas,” paparnya.

Firdaus mengaku sudah memberikan laporan tentang kondisi nyata persoalan PKL di Monas ke kepala bidang dan memberikan tembusannya ke Ahok. Setelah diimarahi Ahok, dia mengaku akan bergerak cepat menyelesaikan masalah taman Monas yang kini semakin semrawut.

Sebelumnya, PLt Gubernur DKI Jakarta bernama lengkap Basuki Tjahaja Purnama mengatakan oknum penegak hukum yang membekingi pedagang harusnya dilaporkan. Dia bertekad akan tetap menindak tegas oknum aparat dan kepala UP Taman jika memang terbukti terlibat bermain.

“Ya lapor sama saya dong, atasannya dia siapa? Kalau kamu bilang ada yang jabatannya lebih tinggi menekan kamu, ya laporan sama saya dong. Sekarang sudah aku tekan, baru ngomong kayak begitu. Makanya kalau ditodong, tegas dong. Lapor langsung ke polisi. Kalau yang main oknum polisi, kita bawa Garnisum dong. Makanya saya pengen sikat saja, kalau disikat, ribut kan semuanya, jadi ketauan mana yang bermain di sana," tegasnya.

(ros/mpr)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads