“Untuk yang di atas Monas, tidak ada nego. Ya diusir saja (PKL yang ada saat ini). Bukan kewajiban kita menyediakan lahan untuk mereka, enggak ada urusan. Dulu juga pernah disediakan di IRTI. Sekarang kebijakan kita jelas, kita mau Monas bersih, makanya kita bangun di bawah tanah,” kata Ahok.
Hal ini dikatakannya ketika berbincang dengan wartawan di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Rabu (11/6/2014). Ahok berujar, areal berjualan di bawah tanah itu nantinya hanya untuk PKL yang terseleksi.
“Tapi itu enggak semuanya loh. Harus seleksi, kalau dia bagus, dan makanannnya bersih, enak, nanti akan terseleksi dan kita akan taruh di bawah. Tapi (di bawah tanah) itu nanti gak boleh jual barang dari Tiongkok, harus yang pusat produk UKM, semacam Dekranasda gitu,” katanya.
Ahok ingin agar lokasi tersebut nantinya jadi areal PKL dengan barang dagangan yang khas. Dengan begitu, jika orang ingin mencari makanan tradisional yang enak, tanpa bahan kimia dan aman, bisa datang ke Monas.
Areal jualan tersebut saat ini sedang dalam tahap desain engineering. “Tahun depan akan mulai kita bangun,” katanya.
(ros/mpr)











































