4 Pengemis Tajir Berpendapatan Jutaan Rupiah di Jakarta

4 Pengemis Tajir Berpendapatan Jutaan Rupiah di Jakarta

- detikNews
Rabu, 11 Jun 2014 15:15 WIB
4 Pengemis Tajir Berpendapatan Jutaan Rupiah di Jakarta
Jakarta - Hampir setiap Ramadan, Jakarta diserbu pengemis. Momen bulan suci ini dimanfaatkan para pengemis untuk meminta sedekah. Ternyata penghasilan para pengemis ini bisa mencapai jutaan rupiah tiap bulannya.

Para pengemis ini biasanya memakai berbagai cara untuk memancing rasa iba para pengguna jalan. Ada yang membawa anak kecil bahkan ada juga wanita hamil yang ikut mengemis di jalanan. Berikut ini adalah 4 pengemis berpenghasilan jutaan di Jakarta yang dijaring petugas:



Walang Mengantongi Rp 25 Juta

Walang merupakan salah satu pengemis tajir di Jakarta. Saat ditangkap di bawah jembatan layang Pancoran pada 2013 lalu ditemukan uang Rp 25 juta dalam gerobak yang selalu didorongnya.

Versi Dinsos, duit itu semua hasil mengemis. Dia mendapatkannya selama 15 hari. Namun saat diwawancara wartawan, Walang berkilah. Duit Rp 21 juta adalah hasil penjualan sapi, sisanya baru dari ngemis.

Walang berupaya menyuap petugas Dinsos agar tidak membawanya ke panti rehabilitasi di Cipayung.
"Walang mau sogok petugas, biar dia tidak direhabilitasi di panti sosial. Petugas jelas dan tegas menolak itu," kata Kepala Seksi Rehabilitasi Suku Dinas Sosial Jakarta Selatan, Miftahul Huda.

Walang bukanlah pengemis pertama yang mencoba menyuap petugas agar tidak masuk ke panti rehabilitasi sosial. Sebelumnya, petugas pernah mengamankan seorang pengemis yang cacat. Dia menawarkan duit Rp 2 juta.

Walang Mengantongi Rp 25 Juta

Walang merupakan salah satu pengemis tajir di Jakarta. Saat ditangkap di bawah jembatan layang Pancoran pada 2013 lalu ditemukan uang Rp 25 juta dalam gerobak yang selalu didorongnya.

Versi Dinsos, duit itu semua hasil mengemis. Dia mendapatkannya selama 15 hari. Namun saat diwawancara wartawan, Walang berkilah. Duit Rp 21 juta adalah hasil penjualan sapi, sisanya baru dari ngemis.

Walang berupaya menyuap petugas Dinsos agar tidak membawanya ke panti rehabilitasi di Cipayung.
"Walang mau sogok petugas, biar dia tidak direhabilitasi di panti sosial. Petugas jelas dan tegas menolak itu," kata Kepala Seksi Rehabilitasi Suku Dinas Sosial Jakarta Selatan, Miftahul Huda.

Walang bukanlah pengemis pertama yang mencoba menyuap petugas agar tidak masuk ke panti rehabilitasi sosial. Sebelumnya, petugas pernah mengamankan seorang pengemis yang cacat. Dia menawarkan duit Rp 2 juta.

Jonathan Raup Jutaan Rupiah di Melawai

Jonathan Sinaga (36) yang mengemis di kawasan Melawai, Jakarta Selatan, mampu mendapatkan uang jutaan rupiah dari mengemis. Pria ini mampu meraup uang belas kasihan masyarakat karena memiliki fisik tak sempurna.

Sekilas, Jonathan tampak menyedihkan. Dengan pakaian lusuh dan wajah mengiba, Jonathan mudah menarik simpati dan rasa iba siapa pun yang melihatnya. Tapi siapa sangka, penghasilannya mungkin dapat menyaingi gaji pekerja kantoran.

"Kalau lagi bagus bisa tiga ratus ribu sehari. Ya mati-matinya lima puluh ribu," ujarnya saat dipapah masuk ke dalam truk berjeruji besi milik Sudin Sosial Jakarta Selatan, Rabu (4/6/2014).

Dia ditangkap petugas gabungan yang terdiri dari Satpol PP Kebayoran Baru dan Sudin Sosial Jakarta Selatan saat beraksi di Jalan Raya Melawai, Kebayoran Baru. Dia mengaku sudah keluar-masuk Panti Sosial Bina Insan (PSBI) Cipayung sebanyak empat kali sejak menjadi pengemis di Jakarta beberapa tahun yang lalu.

Jonathan Raup Jutaan Rupiah di Melawai

Jonathan Sinaga (36) yang mengemis di kawasan Melawai, Jakarta Selatan, mampu mendapatkan uang jutaan rupiah dari mengemis. Pria ini mampu meraup uang belas kasihan masyarakat karena memiliki fisik tak sempurna.

Sekilas, Jonathan tampak menyedihkan. Dengan pakaian lusuh dan wajah mengiba, Jonathan mudah menarik simpati dan rasa iba siapa pun yang melihatnya. Tapi siapa sangka, penghasilannya mungkin dapat menyaingi gaji pekerja kantoran.

"Kalau lagi bagus bisa tiga ratus ribu sehari. Ya mati-matinya lima puluh ribu," ujarnya saat dipapah masuk ke dalam truk berjeruji besi milik Sudin Sosial Jakarta Selatan, Rabu (4/6/2014).

Dia ditangkap petugas gabungan yang terdiri dari Satpol PP Kebayoran Baru dan Sudin Sosial Jakarta Selatan saat beraksi di Jalan Raya Melawai, Kebayoran Baru. Dia mengaku sudah keluar-masuk Panti Sosial Bina Insan (PSBI) Cipayung sebanyak empat kali sejak menjadi pengemis di Jakarta beberapa tahun yang lalu.

Fuad Raup Rp 300 Ribu/Hari di Ragunan

Fuad Fadholi (35) bisa meraup Rp 300 ribu per hari dengan mengemis di lampu merah Ragunan, Jaksel. Jika ditotal maka dalam sebulan pria bertubuh kerdil ini bisa mendapatkan uang Rp 9 juta dengan mengemis.

Pria asal Pemalang ini dibantu rekannya bernama Yayan (22) yang bertugas untuk menggendongnya. Melihat pemandangan yang membuat iba tersebut, tak heran banyak yang menaruh belas kasihan sehingga rela memberi uang kepada mereka. Saat ditangkap, petugas menemukan uang tunai Rp 760 ribu di saku Yayan.

"Dalam sehari mereka mengaku mendapatkan penghasilan Rp 300 ribu dari mengemis, ini (uang Rp 760 ribu) hasil mengemis dua hari. Sudah 4 tahun mereka menjalankan profesi seperti ini di Jakarta," ujar Kepala Seksi Rehabilitasi Suku Dinas Sosial Jakarta Selatan, Miftahul Huda, dalam keterangan tertulisnya kepada detikcom, Rabu (4/6/2014).

Fuad Raup Rp 300 Ribu/Hari di Ragunan

Fuad Fadholi (35) bisa meraup Rp 300 ribu per hari dengan mengemis di lampu merah Ragunan, Jaksel. Jika ditotal maka dalam sebulan pria bertubuh kerdil ini bisa mendapatkan uang Rp 9 juta dengan mengemis.

Pria asal Pemalang ini dibantu rekannya bernama Yayan (22) yang bertugas untuk menggendongnya. Melihat pemandangan yang membuat iba tersebut, tak heran banyak yang menaruh belas kasihan sehingga rela memberi uang kepada mereka. Saat ditangkap, petugas menemukan uang tunai Rp 760 ribu di saku Yayan.

"Dalam sehari mereka mengaku mendapatkan penghasilan Rp 300 ribu dari mengemis, ini (uang Rp 760 ribu) hasil mengemis dua hari. Sudah 4 tahun mereka menjalankan profesi seperti ini di Jakarta," ujar Kepala Seksi Rehabilitasi Suku Dinas Sosial Jakarta Selatan, Miftahul Huda, dalam keterangan tertulisnya kepada detikcom, Rabu (4/6/2014).

Gelandangan Mike Diamankan Membawa Rp 19 Juta

Aparat Satpol PP Jakarta Barat mengamankan seorang tunawisma yang mengalami gangguan jiwa. Gelandangan perempuan itu membuat terkejut, pasalnya dia membawa uang tunai sebanyak Rp 19,6 juta di dalam kantong plastik yang dibawanya.

Andi Muchdar, Kepala Panti Bina Laras 2 Cipayung, mengatakan temuan tersebut diketahui ketika pihaknya melakukan pemeriksaan terhadap perempuan itu setelah mendapatkan limpahan dari Panti Sosial Bina Insan (PSBI) Kedoya, Jakbar, Jumat (16/5/2014).

"Setelah diserahkan ke sini, hari itu juga (Jumat, 16/5), kami mengidentifikasinya termasuk apa yang dibawa," kata Andi Muchdar saat berbincang dengan detikcom, Senin (18/5/2014).

Perempuan yang belum diketahui namanya itu membawa tiga buah kantung kotor. Pemeriksaan adalah untuk menghindari adanya barang-barang membahayakan penghuni panti rehabilitasi sosial lainnya, seperti bahan peledak dan senjata tajam.

"Setelah diperiksa ada beberapa senjata tajam dan di salah satu kantong berisi uang 19 juta 66 ribu rupiah," kata Andi.

Gelandangan Mike Diamankan Membawa Rp 19 Juta

Aparat Satpol PP Jakarta Barat mengamankan seorang tunawisma yang mengalami gangguan jiwa. Gelandangan perempuan itu membuat terkejut, pasalnya dia membawa uang tunai sebanyak Rp 19,6 juta di dalam kantong plastik yang dibawanya.

Andi Muchdar, Kepala Panti Bina Laras 2 Cipayung, mengatakan temuan tersebut diketahui ketika pihaknya melakukan pemeriksaan terhadap perempuan itu setelah mendapatkan limpahan dari Panti Sosial Bina Insan (PSBI) Kedoya, Jakbar, Jumat (16/5/2014).

"Setelah diserahkan ke sini, hari itu juga (Jumat, 16/5), kami mengidentifikasinya termasuk apa yang dibawa," kata Andi Muchdar saat berbincang dengan detikcom, Senin (18/5/2014).

Perempuan yang belum diketahui namanya itu membawa tiga buah kantung kotor. Pemeriksaan adalah untuk menghindari adanya barang-barang membahayakan penghuni panti rehabilitasi sosial lainnya, seperti bahan peledak dan senjata tajam.

"Setelah diperiksa ada beberapa senjata tajam dan di salah satu kantong berisi uang 19 juta 66 ribu rupiah," kata Andi.
Halaman 2 dari 10
(nal/nrl)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads