Golkar Partai Pemerintah, PDIP Diuntungkan

Golkar Partai Pemerintah, PDIP Diuntungkan

- detikNews
Rabu, 22 Des 2004 13:50 WIB
Jakarta - Partai Golkar yang cenderung menjadi partai pemerintah setelah Ketua Umumnya dipegang Wakil Presiden M Jusuf Kalla akan menguntungkan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). Keuntungan akan semakin besar jika PDIP menjadi oposisi dan mampu merangkul rakyat."PDIP diuntungkan setelah Golkar menjadi partai pemerintah. PDIP bisa menjadi oposisi, bahkan menjadi lokomotif oposisi bersama dengan rakyat. Tinggal bagaimana PDIP mampu melakukan konsolidasi, sehingga bisa memanfaatkan peluang ini."Demikian diungkapkan Peneliti LP3ES Enceng Sobirin Najd dalam perbincangan dengan detikcom melalui sambungan telepon, Rabu (22/12/2004). Lebih lanjut, Enceng Sobirin mengatakan, terpilihnya M Jusuf Kalla menjadi Ketua Umum Partai Golkar, maka berakhir pula koalisi kebangsaan yang konon akan menjadi penyeimbang pemerintah. "Pernyataan Kalla yang secara tegas menyatakan Golkar akan mendukung pemerintah, membuat koalisi kebangsaan bubar. Pada akhirnya tinggal PDIP yang akan menjadi partai di luar pemerintah. Sementara partai lain seperti PKB dan PAN masih setengah-setengah," ujarnya.Posisi menjadi partai di luar pemerintah atau oposisi tak efektif jika hanya di DPR saja. Sebab PDIP akan menjadi suara minoritas. Dari 500 anggota DPR, PDIP hanya mempunyai kekuatan 100-an, sementara kekuatan pro pemerintah mencapai 400-an. Untuk itu, lanjut Enceng, kekuatan oposisi jangan mengandalkan parlemen. Oposisi yang selama ini dilakukan rakyat, civil sociaty, justru tampak lebih berhasil. Dan posisi PDIP harus berkoalisi dengan rakyat, dengan menjadi lokomotif bagi penyaluran aspirasi rakyat. "Dalam hal ini konsolidasi di tubuh PDIP harus dilakukan," tambahnya.Diakui oleh Enceng, konstelasi politik seperti yang terjadi sekarang ini, dengan banyaknya partai pro pemerintah membuat demokrasi kita mengalami kemunduran. Pada awalnya, kesadaran dari Partai Golkar berada diluar pemerintahan sangat diharapkan bisa mengontrol jalannya pemerintahan. Namun, tampaknya partai-partai kita tidak ada tradisi ber-oposisi. "Ujung-ujungnya Golkar jadi partai pemerintah juga," ujarnya. (jon/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads