"Semuanya pria," ucap Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Dwi Priyatno, kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (11/6/2014).
Selanjutnya, Dwi menyampaikan pihaknya akan segera memeriksa 4 guru tersebut. Pemeriksaan akan dipercepat menurut prioritas masing-masing guru.
"Saya minta kepada direktur secepatnya kemudian diprioritaskan ada guru yang ortunya sakit," ujarnya.
Pemeriksaan yang akan dilakukan pada keempatnya ini berdasarkan laporan orangtua korban baru, yang menyebut adanya keterlibatan guru dalam kasus tersebut. Laporan orangtua korban ini baru dibuat pada 3 Juni 2014 atau beberapa hari menjelang proses deportasi 20 guru ekspatriat di sekolah bertaraf internasional itu.
4 Guru ini sebelumnya akan dideportasi oleh pihak Imigrasi Jaksel karena melanggar ketentuan izin tinggal sementara. Namun polisi telah meminta penundaan proses deportasi tersebut, menyusul adanya laporan dari korban terbaru.
(mei/mpr)










































