"Kemarin kita sudah beri nama-nama, pada akhirnya disepakati yang jadi moderator adalah Profesor Ahmad Erani Yustika. Dia kemampuan di bidang ekonomi bagus, performance yang bagus juga dan mampu membawakan acara debat semacam ini," ujar Anggota Komisioner KPU Arief Budiman di Gedung KPU, Jl Imam Bonjol No 29, Jakarta Pusat, Rabu (11/6/2014).
Arief juga mengatakan pihaknya memang melakukan evaluasi dari acara debat perdana, Senin (9/6) lalu. Namun ia membantah jika disebut mengevaluasi performance moderator yang dinilai banyak pihak kaku.
"Kita juga evaluasi moderator, apakah laki-laki atau perempuan dan moderator boleh jalan atau tidak. Kemarin pada debat pertama bukan berarti ada kesalahan atau tidak, tetapi apa yang kurang menarik, kurang bagus, itu kita yang sempurnakan. Bukan karena banyak kekurangan, tapi kita ingin lebih baik lagi," lanjutnya.
Agar dapat menggelar perhelatan debat kedua lebih baik lagi, KPU pun bertemu dengan perwakilan tim kampanye masing-masing capres cawapres hari ini.
"(Agendanya membahas) persoalan teknis, misalnya gedung. Kalau kemarin punya tribun atau kita cari tempat luas dan semua (tempat) duduk rata. Semua pilihan banyak kelebihan kekurangan, bersama tim kampanye. Prinsipnya tempat yang luas. Kapistasnya minta d tambah," ucap Arief.
"Kemudian siapa saja yang masuk dan banyak juga jadi masukan kita. Kemarin beberapa orang yang harusnya masuk dan tidak masuk," tutupnya.
(aws/trq)











































