Kalla Minta Rakyat Bisa Pahami Kenaikan Harga Elpiji

Kalla Minta Rakyat Bisa Pahami Kenaikan Harga Elpiji

- detikNews
Rabu, 22 Des 2004 12:46 WIB
Jakarta - Wapres Jusuf Kala meminta maaf kepada rakyat atas kenaikan harga elpiji yang menimbulkan aksi penolakan yang kuat di mana-mana. Namun Kalla meminta rakyat memahami bahwa kenaikan harga elpiji itu tidak terhindarkan. "Mohon maaf, agar dipahami kita tidak mungkin mensubsidi terus menerus, kecuali minyak tanah," kata Wapres Jusuf Kalla usai mendampingi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam acara peringatan Hari Ibu ke-76 di Istana Negara, Jl. Medan Merdeka Utara, Jakarta, Rabu (22/12/2004).Menurut Kalla, kenaikan bahan baku gas dan BBM secara internasional telah menyebabkan Pertamina menanggung kerugian yang sangat besar. Kenaikan harga elpiji ini untuk menyesuaikan kenaikan harga bahan baku gas. Sebab Pertamina tidak mungkin dibiarkan terlalu lama menanggung kerugian.Menara tentang kehawatiran kenaikan harga elpiji akan diikuti kenaikan harga BBM lainnya dan memicu kenaikan harga-harga kebutuhan pokok, Kalla menyatakan kenaikan harga-harga barang merupakan hal wajar menjelang perayaan hari keagamaan seperti Hari Natal. Namun, menurut Kalla, kenaikan harga-harga kebutuhan pangan juga tidak dapat begitu saja dikaitkan dengan hari raya. Sebab kebutuhan pangan antara hari raya dan hari biasa relatif sama. Hanya memang permintaan meningkat.Kenaikan harga barang kali ini juga dipengaruhi tingginya curah hujan yang mengganggu jadwal panen sejumlah komoditas sayuran. "Tidak ada hubungan antara elpiji dan sayur. Tidak semua kenaikan kebutuhan pangan disebabkan kenaikan elpiji. Contohnya gula. Harganya naik karena di luar negeri juga naik," jelas Kalla.Secara terpisah Menko Kesra Alwi Shihab menyatakan dapat memahami reaksi masyarakat atas kenaikan harga elpiji. Ia mengakui aksi-aksi demo yang marak belakangan ini merupakan salah satu bentuk pelampiasan rasa frustasi masyarakat. Namun ini ini tidak bisa dijadikan barometer bahwa seluruh rakyat Indonesia menolak atau tidak dapat memahami kenaikan harga elpiji. Kantor Menko Kesra secara intensif akan melakukan sosialisasi tentang alasan-alasan pemerintah menaikkan harga BBM."Kalau demo-demo saja. Justru tidak wajar kalau tidak ada. Kita nanti akan sosialisasikan ke masyarakat bahwa ada dana subsidi elpiji yang disalurkan untuk sektor-sektor yang dapat dinikmati langsung oleh rakyat." (gtp/)


Berita Terkait