SBY Prihatin Masih Rendahnya Perlindungan Perempuan dan Anak

SBY Prihatin Masih Rendahnya Perlindungan Perempuan dan Anak

- detikNews
Rabu, 22 Des 2004 11:50 WIB
Jakarta - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyampaikan keprihatinan karena masih rendahnya perlindungan terhadap kaum perempuan dan anak di Indonesia. Indikasinya adalah tingginya angka kekerasan dalam rumah tangga yang menimpa kaum perempuan dan anak-anak. Indikasi lainnya, kata SBY, maraknya penyelundupan perempuan ke luar negeri sebagai komuditas seksual. "Bukan hanya sebagai sumber, negara kita juga menjadi tempat tujuan dan negara transit untuk penyelundupan perempuan dan anak-anak," ujarnya dalam pidato peringatan Hari Ibu ke-76 di Istana Negara, Jl. Medan Merdeka Utara, Jakarta, Rabu (22/12/2004). Fenomena ini, lanjut SBY, sangat ironis karena sejarah Indonesia tidak pernah lepas dari peran para ibu mulai dari perang kemerdekaan hingga masa pembangunan. Ia mencontohkan, terpilihnya Megawati sebagai wapres perempuan pertama yang kemudian menjabat sebagai presiden perempuan pertama. Selanjutnya, SBY mengajak masyarakat untuk bersama-sama mengatasi kesenjangan antara dunia pragmatif dan normatif dalam pemberdayaan perempuan serta perlakuan yang setara antargender. Puncak peringatan Hari Ibu ditandai dengan pembacaan deklamasi oleh 4 orang kakak beradik putra-putri pasangan Eddy Abdullah dan Darosi Endah. Peringatan Hari Ibu juga dihadiri Wapres Jusuf Kalla, Wakil Ketua MPR Mooryati Soedibyo dan sejumlah menteri diantaranya Meneg Pemberdayan Perempuan Meutia Hatta, Menko Kesra Alwi Shihab, Menag Maftuh Basyuni serta Meneg LH Rachmat Witoelar. Sejumlah mantan meneg pemberdayaan perempuan yang hadir, diantaranya Sri Rejeki, Tuty Alawiah dan Mien Sugandhi. (rif/)


Berita Terkait